Jutaan Warga Iran Padati Teheran dalam Peringatan 47 Tahun Revolusi Islam

- Rabu, 11 Februari 2026 | 19:50 WIB
Jutaan Warga Iran Padati Teheran dalam Peringatan 47 Tahun Revolusi Islam

PARADAPOS.COM - Jutaan warga Iran memadati jalan-jalan utama Teheran, Rabu, dalam peringatan 47 tahun kemenangan Revolusi Islam. Perayaan akbar yang berpusat di Lapangan Azadi (Maidan Azadi) ini menjadi pernyataan politik massal di tengah cuaca musim dingin dan tekanan geopolitik global. Melalui aksi turun ke jalan, rakyat Iran menunjukkan dukungan terhadap negara sekaligus membantah narasi ketidakstabilan yang sering digaungkan dari luar.

Suasana Langsung dari Pusat Keramaian

Lapangan Azadi, dengan menara ikoniknya yang menjadi simbol kebebasan, kembali menjadi titik kumpul bagi sejarah bangsa. Dari lokasi tersebut, seorang Warga Negara Indonesia, Ismail Amin, melaporkan suasana yang ia saksikan secara langsung. Ia menggambarkan sebuah pemandangan yang luar biasa: lautan manusia yang membanjiri jalan raya, penuh dengan semangat dan warna bendera nasional.

“Saat ini saya sedang berada di Teheran, tidak jauh dari Maidan Azadi. Kita bisa melihat lautan massa sedang turun ke jalan. Mereka ingin menunjukkan bahwa sampai saat ini mereka masih percaya dengan Republik Islam Iran dan kepemimpinan negara,” tuturnya dalam laporan untuk Metro TV.

Pesan Politik di Balik Kerumunan Massa

Kehadiran massa dalam skala sedemikian besar, menurut pengamatan di lapangan, tidak bisa dilepaskan dari konteks politik internasional. Ismail Amin menjelaskan bahwa partisipasi ini membawa pesan yang tegas kepada dunia, khususnya negara-negara Barat. Aksi ini secara gamblang menampilkan solidaritas nasional, yang bertolak belakang dengan gambaran tentang Iran yang sering digambarkan sedang dilanda konflik internal atau di ambang kehancuran.

“Kehadiran mereka membantah narasi bahwa Iran sedang dalam konflik atau kehancuran. Mereka menunjukkan kegembiraan, bukan kekhawatiran di tengah ancaman invasi. Ini menunjukkan kepada dunia bahwa Republik Islam Iran masih eksis dan berdiri kokoh,” jelasnya lebih lanjut.

Solidaritas dan Semangat di Tengah Dinginnya Cuaca

Meski udara musim dingin menusuk, antusiasme warga justru membara. Sejak pagi hari, denyut kota telah berubah menjadi ritme perayaan. Sepanjang jalur menuju lapangan utama, spanduk dan poster menghiasi kota, sementara lagu-lagu revolusi berkumandang dari berbagai penjuru.

Yang menarik adalah munculnya inisiatif solidaritas sosial dari masyarakat sendiri. Puluhan posko yang didirikan oleh relawan dan organisasi masyarakat berjejer di sepanjang rute. Posko-posko ini dengan sukarela menyediakan teh hangat, makanan, layanan kesehatan, dan tempat beristirahat bagi para peserta, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang kuat. Banyak keluarga terlihat membawa anak-anak mereka, menjadikan peristiwa ini tidak hanya sebagai peringatan sejarah, tetapi juga sebagai tradisi hidup yang diwariskan dengan penuh keceriaan.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar