Peziarah TPU Kawi-kawi Keluhkan Pembersih Makam Liar yang Memaksa dan Memeras

- Selasa, 17 Februari 2026 | 08:25 WIB
Peziarah TPU Kawi-kawi Keluhkan Pembersih Makam Liar yang Memaksa dan Memeras

PARADAPOS.COM - Peziarah di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kawi-kawi, Johar Baru, Jakarta Pusat, mengeluhkan praktik pemerasan oleh sekelompok pembersih makam liar. Keluhan utama mereka adalah cara kerja kelompok tersebut yang memaksa dengan datang bergerombol, membersihkan makam tanpa diminta, lalu menagih uang dengan jumlah yang kerap mereka tentukan sendiri. Situasi ini menimbulkan ketidaknyamanan dan mengganggu kekhusyukan berziarah, mendorong warga meminta intervensi tegas dari Pemprov DKI Jakarta.

Modus Kerja yang Mengganggu Ketenangan

Menurut pengakuan sejumlah peziarah, kelompok pembersih liar ini umumnya beroperasi dengan pola yang hampir serupa. Mereka menunggu atau mendatangi peziarah sejak dari pintu masuk, lalu secara spontan membersihkan nisan dan area makam. Tindakan itu dilakukan tanpa ada permintaan sebelumnya dari keluarga yang berziarah.

Rahmat, seorang warga Johar Baru yang kerap berziarah, menggambarkan tekanan yang dirasakannya. "Mereka itu kalau datang selalu bergerombol, lebih dari 5 hingga 10 orang mendatangi kami peziarah. Mereka suka maksa minta duit kepada kami jadi dengan terpaksa kami kasih," tuturnya.

Setelah pekerjaan selesai, barulah tagihan diajukan. Yang lebih menyulitkan, nominal pemberian dari peziarah kerap dinilai kurang. "Kalau dikasih kecil mereka berani minta tambahan uang upah mereka bersihkan makam," ujar Rahmat menambahkan.

Frustrasi Peziarah dan Pertanyaan atas Peran Keamanan

Keluhan serupa datang dari berbagai pengunjung, termasuk Putri, warga Kemayoran. Ia menyayangkan gangguan yang justru datang saat keluarga ingin mendoakan almarhum. "Kita ke sini kan mau berdoa buat keluarga kami yang telah meninggal. Lah ini mereka justru menggangu kami saat kami mau ziarah. Seperti bersihin makan, nyiram tapi ujung-ujungnya minta uang," kata Putri.

Frustrasi peziarah tidak hanya tertuju pada para pembersih liar, tetapi juga pada petugas keamanan yang dianggap tidak optimal menjalankan fungsi. Putri mempertanyakan efektivitas pengawasan di lokasi. "Fungsi petugas keamanan itu apa, masa tidak bisa tertibkan para pembersih makam liar tersebut. Yang saya liat, para petugas keamanan hanya duduk-duduk saja, ngerokok, ngopi, dan tidak pernah saya liat mereka patroli," ungkapnya dengan nada kesal.

Permintaan Aksi ke Pemerintah Daerah

Melihat fenomena yang justru kian membesar dari tahun ke tahun, warga pun menaruh harapan pada otoritas setempat. Mereka mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk turun tangan dan menertibkan situasi di TPU Kawi-kawi. Tujuannya jelas: mengembalikan fungsi utama TPU sebagai tempat yang tenang dan nyaman untuk berziarah, bebas dari tekanan dan praktik pemaksaan.

Permintaan itu disampaikan langsung oleh Rahmat. "Saya minta pak Gubernur DKI Jakarta untuk membersihkan pembersih makam liar ini. Kami sangat tidak nyaman dengan keberadaan mereka," tegasnya. Desakan ini mengindikasikan bahwa keluhan telah berlangsung cukup lama dan membutuhkan penyelesaian yang sistematis, bukan sekadar tindakan insidental.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar