Pemerintah Fokus Ciptakan Lapangan Kerja di Kawasan Transmigrasi Barelang

- Selasa, 17 Februari 2026 | 12:00 WIB
Pemerintah Fokus Ciptakan Lapangan Kerja di Kawasan Transmigrasi Barelang

PARADAPOS.COM - Pemerintah melalui Kementerian Transmigrasi (Kementrans) memperkuat fokusnya pada penciptaan lapangan kerja di Kawasan Transmigrasi Batam Rempang Galang (Barelang). Langkah ini merupakan bagian integral dari upaya penataan kawasan, yang bertujuan memastikan masyarakat terdampak relokasi tidak hanya mendapat tempat tinggal baru, tetapi juga sumber penghidupan yang berkelanjutan dan inklusif di lokasi tersebut.

Fokus pada Penciptaan Mata Pencaharian Berkelanjutan

Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, menegaskan bahwa keberhasilan program transmigrasi tidak diukur dari perpindahan semata, melainkan dari terjaminnya kesejahteraan ekonomi warga di tempat baru. Prinsip ini menjadi landasan kebijakan di kawasan Barelang.

“Prinsipnya, masyarakat tidak hanya sekadar pindah ke tempat baru, tetapi juga harus memiliki pekerjaan yang terus menghasilkan pendapatan untuk kesejahteraan mereka,” tegas Iftitah dalam keterangannya di Batam, Selasa (17/2/2026).

Stabilitas Kawasan sebagai Fondasi Investasi

Untuk mewujudkan hal itu, Kementrans secara aktif bersinergi dengan BP Batam dan Pemerintah Kota Batam. Kondisi keamanan dan kedamaian di wilayah Rempang yang telah pulih dalam setahun terakhir dinilai sebagai modal berharga. Stabilitas ini dianggap krusial untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur sekaligus menarik minat investor, dengan tetap memprioritaskan kepentingan masyarakat setempat.

Iftitah mengonfirmasi kemajuan tersebut, “Alhamdulillah, selama satu tahun terakhir situasinya semakin damai dan kondusif. Ini penting untuk menghadirkan iklim investasi yang nyaman bagi semua pihak.”

Bantuan Langsung dan Pemberdayaan Nelayan

Komitmen pemerintah tidak berhenti pada penciptaan iklim yang kondusif. Bantuan konkret telah mulai didistribusikan, salah satunya kepada komunitas nelayan di Kawasan Transmigrasi Tanjung Banon. Sebanyak 16 unit kapal nelayan berukuran 5 Gross Tonnage (GT) telah disalurkan untuk mendukung aktivitas perekonomian warga pesisir pasca-relokasi.

“Sebanyak 16 kapal nelayan sudah kami berikan kepada masyarakat. Harapannya, ini menjadi sarana bagi mereka untuk tetap bekerja dan meningkatkan pendapatan. Kita berharap hasil tangkapannya akan bisa bertambah banyak sehingga dapat menghidupi keluarga,” papar Iftitah lebih lanjut.

Dari Bantuan Fisik menuju Kemandirian

Namun, pemberian alat produksi seperti kapal dinilai belum cukup. Pemerintah memahami bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia sama pentingnya. Oleh karena itu, Kementrans bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga menggelar serangkaian pelatihan pemberdayaan.

Para nelayan tidak hanya dibekali dengan teknik penangkapan ikan yang lebih modern, tetapi juga dilatih mengolah hasil laut agar memiliki nilai tambah dan daya jual yang lebih tinggi. Pendekatan komprehensif ini—gabungan antara penyediaan sarana, pelatihan keterampilan, dan penciptaan iklim usaha—diharapkan dapat menjadi pondasi kokoh bagi kemandirian ekonomi jangka panjang di kawasan Barelang.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar