Pemprov DKI Kerahkan Ratusan Personel Amankan Perayaan Imlek 2026

- Selasa, 17 Februari 2026 | 05:25 WIB
Pemprov DKI Kerahkan Ratusan Personel Amankan Perayaan Imlek 2026

PARADAPOS.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengerahkan ratusan personel gabungan untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili atau 2026 Masehi. Upaya pengamanan yang dipusatkan di sejumlah lokasi keramaian dan tempat ibadah ini melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kepolisian, dan TNI, serta berkoordinasi dengan elemen masyarakat.

Pengerahan Personel Satpol PP

Memasuki hari perayaan pada Selasa, 17 Februari 2026, Satpol PP DKI Jakarta mengerahkan 450 personelnya. Mereka tersebar di berbagai titik yang diperkirakan menjadi pusat keramaian, seperti kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Bloc M Hub, Kota Tua, dan Monumen Nasional (Monas).

Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, mengonfirmasi pengerahan tersebut. Ia menekankan bahwa pengawalan juga dilakukan di tempat-tempat ibadah.

“Untuk pengerahan personel pengamanan perayaan Imlek pada hari Selasa, 17 Februari 2026, berjumlah 450 orang yang berlangsung di beberapa tempat,” jelas Satriadi, mengutip laporan Antara.

Langkah ini tidak terbatas pada lokasi umum. Personel juga dikerahkan ke sejumlah vihara dan klenteng yang tersebar di lima wilayah administratif Jakarta. Untuk menciptakan suasana yang kondusif, Satpol PP melakukan koordinasi intensif dengan jajaran kepolisian, TNI, serta organisasi kemasyarakatan setempat.

Dukungan Pengamanan dari Polda Metro Jaya

Di sisi lain, Polda Metro Jaya turut memperkuat pengamanan dengan menyiagakan pasukan tambahan. Mereka mengerahkan personel dari satuan khusus untuk mendukung operasi tersebut.

“Terdiri atas 1 satuan setingkat kompi (SSK) Dit Samapta sebanyak 75 personel dan 1 SSK Satbrimob sebanyak 80 personel,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto.

Budi Hermanto memaparkan bahwa strategi pengamanan yang diterapkan mencakup metode terbuka dan tertutup. Fokusnya adalah mengamankan tempat ibadah dan lokasi-lokasi perayaan lainnya.

“Serta lokasi perayaan, disertai peningkatan patroli di wilayah rawan, pusat keramaian dan jalur menuju vihara maupun klenteng,” tambahnya.

Peningkatan patroli ini merupakan langkah antisipatif untuk mengawasi area yang berpotensi rawan serta memastikan kelancaran arus lalu lintas menuju pusat perayaan. Dengan sinergi antar-aparat dan dukungan masyarakat, perayaan Imlek diharapkan dapat berlangsung dengan khidmat, aman, dan lancar bagi seluruh warga.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar