PARADAPOS.COM - PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah menetapkan periode Angkutan Lebaran 2026 akan berlangsung selama 22 hari, mulai 11 Maret hingga 1 April 2026. Menjelang puncak arus mudik dan balik Idulfitri, perusahaan pelat merah ini telah membuka pemesanan tiket sejak pertengahan Februari dan menyiapkan layanan terintegrasi untuk mendukung mobilitas jutaan warga.
Antusiasme Masyarakat Terlihat dari Lonjakan Pemesanan
Hanya dalam waktu singkat setelah penjualan dibuka, animo masyarakat sudah terlihat sangat tinggi. Per 16 Februari 2026, tercatat lebih dari 1,39 juta tiket untuk perjalanan dalam periode Lebaran telah terjual, dan angka ini diprediksi akan terus bertambah. Beberapa tanggal seperti 24, 23, 19, dan 18 Maret menjadi pilihan favorit, dengan masing-masing mencatat transaksi di atas 90 ribu tiket.
Wakil Presiden Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengonfirmasi bahwa seluruh jadwal keberangkatan sudah dapat diakses. Ia mengimbau calon penumpang untuk segera merencanakan perjalanan.
"Hingga saat ini, baik tiket kereta reguler maupun tambahan sudah dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI dan kanal resmi lainnya. Kami mengimbau masyarakat segera merencanakan perjalanan agar dapat memilih jadwal dan relasi sesuai kebutuhan," jelasnya dalam keterangan tertulis, Senin (16/2/2026).
Strategi dan Alternatif Perjalanan
Menyadari tingginya permintaan pada rute dan tanggal tertentu, KAI memberikan sejumlah saran bagi pelanggan yang masih berusaha mendapatkan tiket. Fleksibilitas dalam memilih waktu keberangkatan dan mempertimbangkan opsi perjalanan tersambung (connecting train) disebutkan sebagai solusi praktis.
Anne Purba menambahkan, "Bagi pelanggan yang belum memperoleh tiket pada relasi pilihan, kami menyarankan untuk mempertimbangkan alternatif tanggal keberangkatan, baik lebih awal maupun setelah hari yang direncanakan. Skema connecting train juga dapat menjadi opsi untuk menjangkau kota tujuan melalui kombinasi perjalanan yang tersedia."
Strategi ini diharapkan dapat membantu mendistribusikan kepadatan penumpang sekaligus memastikan lebih banyak masyarakat dapat pulang kampung dengan kereta api.
Dukungan Pemerintah dan Kesiapan Operasional
Pemerintah turut mendukung pengelolaan arus mudik tahun ini dengan memberikan insentif tarif sebesar 30 persen untuk perjalanan pada rentang 14 hingga 29 Maret 2026. Kebijakan ini tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pengelolaan mobilitas nasional yang lebih terarah.
Sebagai tindak lanjut, KAI mengaku telah memfokuskan persiapan pada tiga aspek utama: kesiapan sarana prasarana, kelancaran operasional, dan kualitas pelayanan di lapangan. Pemantauan tren penjualan secara ketat dilakukan untuk menyesuaikan kapasitas dengan permintaan, tanpa mengorbankan standar keselamatan dan kenyamanan.
Anne Purba juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan waktu guna berkoordinasi dengan keluarga. "Kami mengajak masyarakat memanfaatkan momentum akhir pekan ini untuk berdiskusi bersama keluarga, menentukan tanggal terbaik, serta memilih rute perjalanan yang paling sesuai. Dengan perencanaan lebih awal, perjalanan Lebaran 2026 dapat dijalani dengan tenang, aman, dan nyaman," tuturnya.
Daftar Kereta Api dengan Peminat Tertinggi
Berdasarkan data sementara, sepuluh layanan kereta api berikut mencatat jumlah pemesanan tertinggi untuk periode Angkutan Lebaran 2026, didominasi oleh rute-rute utama dari dan ke Jawa:
- KA Airlangga (Pasar Senen–Surabaya Pasarturi pp): 57.498 pelanggan
- KA Bengawan (Pasar Senen–Purwosari pp): 47.403 pelanggan
- KA Serayu (Pasar Senen–Kiaracondong–Purwokerto pp): 46.751 pelanggan
- KA Sri Tanjung (Ketapang–Lempuyangan pp): 43.426 pelanggan
- KA Kahuripan (Kiaracondong–Blitar pp): 41.433 pelanggan
- KA Sawunggalih (Kutoarjo–Pasar Senen pp): 39.905 pelanggan
- KA Rajabasa (Kertapati–Tanjungkarang pp): 37.299 pelanggan
- KA Pasundan Tambahan (Kiaracondong–Surabaya Gubeng pp): 32.460 pelanggan
- KA Joglosemarkerto (Solo Balapan–Purwokerto–Tegal–Semarang Tawang–Solo Balapan pp): 29.974 pelanggan
- KA Probowangi (Surabaya Gubeng–Ketapang pp): 26.729 pelanggan
Dengan persiapan yang telah dimatangkan, KAI berharap dapat menjadi tulang punggung transportasi mudik yang andal, menghubungkan kembali perantau dengan kampung halaman mereka.
Artikel Terkait
Badan Geologi Pertahankan Status Waspada Gunung Lokon, Warga Dilarang Mendekat
Mendikdasmen Tegaskan Makan Bergizi Gratis Investasi Strategis untuk Generasi 2045
Lebih dari 40.000 Peserta BPJS PBI Ajukan Reaktivasi, Pemerintah Lanjutkan Pengecekan Lapangan
Wamendagri Dorong Pemkab Klungkung Percepat Konsep Green Island di Nusa Penida