Kemendiktisaintek Sediakan Rumah Khusus untuk Guru Sekolah Garuda

- Selasa, 17 Februari 2026 | 13:00 WIB
Kemendiktisaintek Sediakan Rumah Khusus untuk Guru Sekolah Garuda

PARADAPOS.COM - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) akan menyediakan hunian khusus bagi para pendidik di Sekolah Garuda. Program ini merupakan bagian dari upaya menarik guru-guru berprestasi dengan menawarkan fasilitas tempat tinggal yang layak, gaji kompetitif, serta kesempatan mengajar di sekolah unggulan yang baru dibangun. Perumahan yang letaknya tak jauh dari sekolah ini rencananya akan dibangun dalam dua tipe ukuran berbeda untuk guru serta kepala sekolah dan wakilnya.

Desain dan Spesifikasi Hunian

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Stella Christie, secara resmi memperkenalkan rancangan rumah tersebut melalui akun Instagram pribadinya. Gambar yang diunggah menunjukkan desain yang minimalis dan fungsional.

“Rumah cantik ini adalah untuk kalian yang akan menjadi guru-guru di Sekolah Garuda,” tutur Stella Christie dalam unggahan yang dikutip pada Selasa, 17 Februari 2026.

Dia menjelaskan lebih rinci mengenai perbedaan kedua jenis hunian yang disediakan. “Keduanya ini bukan bangunan tingkat melainkan rumah tapak tanah. Hunian Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah 120 meter persegi, hunian guru 60 meter persegi,” jelasnya.

Berdasarkan gambar yang beredar, rumah untuk guru dirancang satu lantai, sementara untuk pimpinan sekolah terdiri dari dua lantai. Setiap unit dilengkapi ruang keluarga, kamar tidur, dapur, ruang makan, kamar mandi, dan garasi. Kompleks perumahan juga akan dilengkapi dengan taman sebagai ruang terbuka hijau.

Tahap Pembangunan dan Rekrutmen Pendidik

Pada tahap awal, pemerintah berencana membangun 55 unit rumah untuk guru dan 1 unit untuk kepala sekolah. Pembangunan hunian ini beriringan dengan proses rekrutmen besar-besaran untuk empat Sekolah Garuda Baru yang akan segera dibangun tahun ini.

Kemendiktisaintek membuka lowongan bagi 96 guru serta 20 posisi untuk kepala sekolah dan wakil kepala sekolah. Selain fasilitas rumah, Stella Christie menegaskan bahwa insentif finansial juga menjadi perhatian.

“Selain menyediakan rumah, guru di Sekolah Garuda bakal mendapat gaji yang kompetitif sesuai dengan tanggung jawab. Nilainya setara dengan guru di sekolah-sekolah unggulan di Indonesia,” ungkapnya.

Pendaftaran untuk posisi pimpinan sekolah telah ditutup pada 15 Februari 2026, sementara pendaftaran guru ditutup sehari setelahnya. Rekrutmen tenaga kependidikan masih terbuka hingga 5 Maret 2026. Stella menekankan bahwa program ini memang ditujukan untuk mengumpulkan tenaga pendidik terbaik.

“Kita memanggil seluruh guru-guru berprestasi, karena ini hanya untuk guru-guru berprestasi,” tegasnya.

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2026/2027

Sementara itu, proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk Tahun Ajaran 2026/2027 juga telah dibuka sejak 5 Februari dan akan berlangsung hingga 7 Maret 2026. Sekolah Garuda dirancang untuk menjaring siswa berprestasi, khususnya dari keluarga kurang mampu, dengan fokus pada bidang Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM).

Calon siswa harus memenuhi sejumlah kriteria umum, seperti Warga Negara Indonesia, sedang duduk di kelas 9 SMP/MTs, dan bersedia tinggal di asrama. Kriteria khusus mensyaratkan nilai minimal 85 untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika, serta memiliki prestasi akademik STEM yang terdokumentasi dalam sistem Puspresnas.

Tahapan Seleksi PPDB

Seleksi calon siswa akan dilakukan melalui proses bertahap yang ketat. Setelah pendaftaran dan unggah dokumen administratif, peserta akan menjalani Tes Potensi Akademik dan Tes Akademik pada 31 Maret 2026. Tahap selanjutnya adalah wawancara (14 April) dan pemeriksaan kesehatan (21-28 April). Pengumuman akhir hasil seleksi dijadwalkan pada 30 April 2026, diikuti orientasi peserta didik baru pada pekan ketiga Mei 2026.

Dengan paket insentif yang komprehensif bagi pendidik dan sistem seleksi yang ketat bagi siswa, program Sekolah Garuda menunjukkan pendekatan baru dalam pengembangan pendidikan unggulan di Indonesia. Keberhasilan program ini kelak akan sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang terpilih, baik dari sisi pengajar maupun peserta didik.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar