PARADAPOS.COM - Menteri Agama Nasaruddin Umar menjadi khatib dalam Salat Jumat perdana yang digelar di Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN), Jumat (15/3). Kunjungan kerja ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menandai penekanan pemerintah terhadap dimensi spiritual dan sosial dalam pembangunan ibu kota baru. Menag menyampaikan khutbah, meninjau fasilitas, serta menyalurkan bantuan kepada pekerja dan warga sekitar.
Visi Masjid Modern di Pusat Pemerintahan Baru
Dalam khutbahnya, Nasaruddin Umar menggarisbawahi bahwa fungsi masjid di era kontemporer harus berkembang. Menurutnya, rumah ibadah itu perlu menjadi pusat pemberdayaan yang dinamis, tempat masyarakat dan masjid saling menguatkan. Ia membayangkan sebuah institusi yang jauh melampaui aktivitas ritual semata.
Harapannya, Masjid Negara IKN akan tumbuh menjadi simbol persatuan dan kemajuan peradaban. Ia mendorong agar masjid ini menjadi wadah yang memancarkan nilai-nilai luhur bagi seluruh bangsa.
"Masjid ini harus menjadi mercusuar untuk toleransi, masjid ini harus menjadi simbol pemersatu umat," tegasnya.
Kunjungan Kerja dan Aksi Nyata
Selain memimpin ibadah, agenda Menag di IKN cukup padat. Ia secara langsung meninjau sejumlah fasilitas penting di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Sebagai bentuk perhatian, bantuan berupa Al-Qur'an dan kurma disalurkan kepada para pekerja yang membangun IKN serta masyarakat setempat. Bantuan ini dimaksudkan untuk menyemangati sekaligus memenuhi kebutuhan rohani mereka di tengah kesibukan proyek.
Kunjungan tersebut ditutup dengan kegiatan penanaman pohon di Plaza Bhinneka Tunggal Ika. Aksi simbolis ini merupakan pernyataan nyata komitmen Kementerian Agama terhadap kelestarian lingkungan di IKN, menyelaraskan pembangunan fisik dengan tanggung jawab ekologis.
Meneladani Nabi dalam Kepemimpinan
Secara lebih luas, Nasaruddin Umar berharap Masjid Negara IKN dapat menjadi arena pembelajaran keteladanan. Ia mengajak seluruh pihak untuk mencontoh sikap kepemimpinan Nabi Muhammad SAW dalam membangun kesejahteraan dan keharmonisan sosial. Dengan demikian, masjid diharapkan dapat menjadi jantung peradaban yang memancarkan kedamaian dan kemajuan bagi semua.
Artikel Terkait
Tim Hukum Roy Suryo Nilai Pernyataan Polisi Soal Pelimpahan Perkara Tak Beri Kepastian
“Pursuit of Jade” Masih Puncaki Popularitas Dracin di Indonesia Dua Bulan Usai Tayang
Listrik di Aceh Besar Mulai Pulih Bertahap Usai Padam Tiga Jam Akibat Cuaca Buruk di Transmisi Sumatera
MAN IC Serpong Jadi Madrasah Pertama di Indonesia Raih Lisensi International Baccalaureate