99 Persen Toko Binaan SRC Sudah Terdigitalisasi, Omzet Mitra Naik 40 Persen

- Jumat, 22 Mei 2026 | 04:25 WIB
99 Persen Toko Binaan SRC Sudah Terdigitalisasi, Omzet Mitra Naik 40 Persen
PARADAPOS.COM - Perayaan ulang tahun ke-18 Sampoerna Retail Community (SRC) di Jakarta pada Kamis, 21 Mei 2026, menjadi ajang untuk memamerkan capaian digitalisasi di sektor toko kelontong. Melalui aplikasi bernama Ayo SRC, hampir seluruh mitra binaan kini telah beralih ke sistem transaksi digital. Langkah ini dinilai tidak hanya mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar lebih adaptif di era modern, tetapi juga memberikan kemudahan bagi konsumen dan membantu pemerintah dalam melacak perputaran uang di masyarakat.

Transformasi Digital di 99 Persen Toko Binaan

Direktur Utama PT SRC Indonesia Sembilan, Romulus Sutanto, menjelaskan bahwa adopsi teknologi telah menjadi pilar utama dalam program pembinaan yang diberikan kepada ratusan ribu mitra di seluruh Indonesia. Ia menuturkan bahwa inisiatif ini mulai diperkenalkan pada tahun 2019. “Jadi kita memperkenalkan Ayo SRC di 2019 dan saat ini hampir 99 persen toko SRC kini telah ter-digitalisasi melalui aplikasi Ayo SRC. Toko SRC juga menurut survei 23,8 persen lebih unggul dalam penyediaan opsi pembayaran digital, cashless payment ya,” kata Romulus dalam Talkshow HUT ke-18 SRC, di Kawasan Hotel Borobudur Jakarta. Ia menambahkan, penerapan digitalisasi bagi para binaan tidak hanya terbatas pada tata cara pemesanan barang ke distributor. Lebih dari itu, sistem ini juga menyediakan layanan digital yang memungkinkan toko kelontong melayani kebutuhan konsumen, seperti transfer antarbank hingga pembelian pulsa.

Kemudahan Konsumen dan Manfaat bagi Pemerintah

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Iqbal Shoffan Shofwan, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyoroti pentingnya peningkatan literasi digital di kalangan pelaku UMKM. Menurutnya, penggunaan sistem pembayaran digital di warung kelontong memberikan keuntungan ganda. “Bahwasanya mitra-mitra SRC itu sudah melek digital climate dan ini sangat aman membantu pemerintah itu dibantu terkait dengan peredaran uang kapital kemudian juga konsumen itu dibantu, tidak ada lagi itu kembalian pakai permen,” ungkap Iqbal. Dari sisi konsumen, sistem ini menghilangkan praktik pemberian uang kembalian dalam bentuk permen yang kerap kali merugikan. Sementara bagi pemerintah, digitalisasi memudahkan pelacakan arus keuangan di tingkat masyarakat.

Kisah Nyata dari Lapangan: Omzet Meningkat 40 Persen

Salah satu kisah sukses datang dari Suparmi, seorang mitra binaan SRC yang tampil dalam perayaan HUT ke-18. Ia membagikan pengalamannya mengenai transformasi yang dialami tokonya setelah mendapatkan pendampingan dari tim SRC. “Toko kami yang sudah tertata rapi semakin bertambah meningkat omzetnya hingga 40 persen, hasilnya sangat membantu perekonomian keluarga kami termasuk untuk membiayai anak kami kuliah hingga,” ungkap Suparmi. Kisah Suparmi menjadi bukti nyata bahwa pendampingan dan digitalisasi mampu mendongkrak pendapatan secara signifikan. Perubahan yang awalnya mungkin terlihat sederhana, seperti penataan rak dan penerapan pembayaran non-tunai, ternyata berdampak besar pada kesejahteraan keluarga.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar