Inisiatif Board of Peace Digulirkan untuk Pecah Kebuntuan Palestina-Israel

- Sabtu, 21 Februari 2026 | 09:25 WIB
Inisiatif Board of Peace Digulirkan untuk Pecah Kebuntuan Palestina-Israel

PARADAPOS.COM - Sebuah inisiatif baru bernama Board of Peace (BoP) digulirkan sebagai upaya memecah kebuntuan perdamaian antara Palestina dan Israel. Inisiatif ini muncul sebagai respons atas kegagalan tatanan geopolitik global yang selama lebih dari satu abad dinilai tidak mampu mengakhiri konflik berkepanjangan di kawasan tersebut. Salah satu pengamat politik Indonesia, Rizal Mallarangeng, menilai langkah ini sebagai terobosan strategis yang menawarkan harapan baru.

Mencari Jalan Baru di Luar Metode Konvensional

Rizal Mallarangeng, pendiri Freedom Institute, menegaskan bahwa esensi dari BoP adalah keberanian untuk meninggalkan pendekatan lama yang dianggap sudah tidak efektif. Menurutnya, fokus kini beralih pada upaya membangun stabilitas jangka panjang dan rekonstruksi wilayah yang lebih komprehensif dan terstruktur.

“Kita perlu bangun rasa bangga karena berani terlibat dalam sistem terobosan baru ini. Ini adalah upaya mencari langkah perdamaian yang langgeng, sekaligus membangun kembali Palestina,” ungkap Rizal melalui kanal YouTube Freedom Institute, Sabtu 21 Februari 2026.

Skema Konkret: Dari Keamanan Hingga Administrasi

Berbeda dengan upaya-upaya sebelumnya yang seringkali terasa abstrak, BoP disebut membawa skema kerja yang lebih konkret. Rencananya mencakup pembangunan wilayah terencana, pembentukan satuan kepolisian khusus, hingga administrasi gugus tugas yang bertugas menstabilkan kawasan. Pendekatan ini mendapat penguatan dari pernyataan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, dalam pertemuan perdana BoP di Washington DC, yang menyebut mekanisme lama sudah tidak relevan.

“Tatanan yang ada sudah terbukti tidak mampu bertahan. Sudah lebih dari 100 tahun. Mari mencoba metode baru dan memberikan kesempatan yang adil bagi proses ini,” tambah Rizal, menekankan pentingnya menyambut inisiatif ini dengan optimisme.

Posisi Strategis Indonesia dalam Diplomasi Global

Keterlibatan Indonesia sebagai anggota kehormatan dalam BoP memberikan posisi tawar yang signifikan. Rizal memandang ini sebagai peluang strategis bagi diplomasi Indonesia untuk terus mengawal kepentingan kedaulatan Palestina dan mendorong solusi dua negara. Kepercayaan internasional tersebut semakin nyata dengan tawaran posisi Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) kepada Indonesia.

“Meskipun komandonya mungkin dari Amerika Serikat atau negara Arab besar, kepercayaan yang diberikan kepada Indonesia sebagai wakil komandan adalah pencapaian yang sangat baik,” jelasnya.

Melalui kerangka BoP, diharapkan proses rekonstruksi fisik dan stabilisasi keamanan dapat berjalan beriringan. Harapan akhirnya adalah terciptanya sebuah kesepakatan damai yang berkelanjutan dan adil bagi kedua belah pihak, yang selama ini menjadi impian dalam percaturan politik internasional.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar