Erin Wartia Dilaporkan Mantan ART, Bekerja 18 Jam Sehari dan Diduga Alami Kekerasan Verbal

- Jumat, 29 Mei 2026 | 07:01 WIB
Erin Wartia Dilaporkan Mantan ART, Bekerja 18 Jam Sehari dan Diduga Alami Kekerasan Verbal
PARADAPOS.COM - Konflik rumah tangga antara Erin Wartia dan mantan asisten rumah tangganya, Nia, kembali memanas. Nia mengungkapkan bahwa selama bekerja dari Oktober 2025 hingga Maret 2026, Erin kerap berkata kasar dan menerapkan jam kerja yang sangat panjang, mencapai 18 jam sehari. Keduanya kini saling lapor ke pihak berwajib, membuka aib masing-masing di hadapan publik.

Pengakuan Nia: Mulut Kasar dan Jam Kerja Panjang

Dalam pernyataan terbarunya, Nia menceritakan pengalaman pahitnya selama mengabdi di rumah Erin. Menurut Nia, mantan istri komedian Andre Taulany itu tidak segan-segan mengeluarkan kata-kata kasar, terutama saat para ART melakukan kesalahan. "Iya, ibu memang omongannya lumayan kasar ya. Anak-anak beliau saja sering nenangin kami para ART dengan bilang, 'Mbak yang sabar ya'," ujar Nia. Meski demikian, Nia menegaskan bahwa perilaku Erin tidak selalu demikian. Ia menjelaskan bahwa Erin hanya berkata kasar jika ada kesalahan dalam pekerjaan. "Sebenarnya, ibu begitu (berkata kasar) kalau kita bikin kesalahan saja sih. Kalau enggak ya tidak," imbuhnya.

Aturan Ketat Penggunaan Ponsel

Selain soal tutur kata, Nia juga membantah pernyataan Herawati mengenai kebebasan menggunakan ponsel di kediaman Erin. Selama lima bulan bekerja, Nia mengaku ada aturan yang sangat ketat soal hal itu. "Memang Wi-Fi disediakan. Dan itu gratis. Tapi bukan berarti kami bebas menggunakan ponsel kapan saja. Jadi ibu itu penginnya kami fokus kerja. Jadi selama kerja ya tidak boleh pakai hp," jelasnya. Nia melanjutkan, Erin juga menerapkan jam kerja yang terbilang berat. Setiap hari, para ART harus bangun pukul 04.00 WIB, mulai bekerja pukul 05.00 WIB, dan baru berakhir pada pukul 23.00 WIB. Total waktu kerja mencapai 18 jam sehari, jauh dari standar ketenagakerjaan yang wajar. Suasana di kediaman Erin, menurut Nia, terasa sangat terstruktur namun menekan. Ia mengaku sering kali harus menahan lelah dan tekanan batin selama bekerja. "Anak-anak majikan pun kadang ikut menenangkan kami," katanya, menggambarkan betapa situasi itu sudah menjadi pemandangan biasa bagi penghuni rumah.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler