PARADAPOS.COM - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) meluncurkan produk tabungan baru untuk memfasilitasi perjalanan umrah, menyasar potensi hingga 2 juta nasabah aktifnya. Peluncuran produk ini merupakan respons atas tren kenaikan permintaan umrah, khususnya dari kalangan generasi muda yang melihat ibadah ini sebagai bagian dari gaya hidup halal dan perencanaan keuangan jangka panjang.
Menggarap Potensi Pasar dari Basis Nasabah Eksisting
Anton Sukarna, Direktur Sales & Distribution BSI, mengungkapkan bahwa bank akan memanfaatkan basis nasabah yang besar sebagai fondasi utama pengembangan produk ini. Dengan total nasabah sekitar 21 hingga 23 juta, perseroan memperkirakan sebagian di antaranya memiliki kemampuan finansial untuk melakukan ibadah umrah.
Anton Sukarna menjelaskan, "Kami punya kurang lebih 21 atau 23 juta nasabah, yang Insya Allah mungkin kalau kami hitung, mungkin 10 persennya mampu berumrah. Kami mungkin punya sekitar 2 juta orang yang bisa kami godain (dorong) untuk berangkat umrah."
Strategi yang diambil tidak hanya sekadar menawarkan produk, tetapi juga melalui pendekatan literasi keuangan syariah yang proaktif. Tujuannya adalah mengonversi nasabah yang potensial tersebut menjadi calon jemaah umrah dengan perencanaan yang matang.
Menangkap Pergeseran Demografi dan Gaya Hidup
Peluncuran BSI Tabungan Umrah ini tidak lepas dari observasi mendalam terhadap dinamika pasar. Anton menilai telah terjadi pergeseran signifikan dalam demografi calon jemaah. Pasar yang sebelumnya didominasi Generasi Baby Boomers kini bergerak menyasar segmen usia yang lebih muda, yaitu Milenial dan Gen Z.
Tren ini berjalan beriringan dengan menguatnya gaya hidup halal (halal lifestyle) di kalangan generasi muda. Bagi mereka, umrah tidak lagi dipandang semata sebagai ibadah, tetapi juga sebagai bagian dari wisata religi yang memerlukan perencanaan sejak dini.
Anton menambahkan, "Halal lifestyle (gaya hidup halal) kini menjadi gaya hidup, termasuk umrah dan wisata religi. Ini peluang bagi bank untuk memfasilitasi atau menjembatani keinginan ibadah dengan perencanaan keuangan yang matang dan aman."
Target Awal dan Kontribusi bagi Kinerja Bank
Pada tahap awal, BSI menargetkan produk baru ini dapat menarik lebih dari satu juta nasabah pendaftar. Pencapaian target ini diyakini akan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan dana murah (CASA) dan likuiditas bank secara keseluruhan.
Catatan kinerja hingga Desember 2025 menunjukkan fondasi yang kuat. Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI tumbuh 16,20 persen year-on-year menjadi Rp380 triliun, dengan komposisi dana murah mencapai 61,62 persen atau setara Rp234 triliun. Sementara itu, pertumbuhan tabungan biasa tercatat sebesar 15,7 persen yoy menjadi Rp162,63 triliun.
Strategi Pendekatan dan Optimisme Jangka Panjang
Untuk menjangkau segmen generasi muda, BSI akan fokus pada peningkatan literasi dan edukasi keuangan syariah. Pendekatan ini dianggap krusial untuk membangun pemahaman sekaligus kepercayaan nasabah.
Melalui inisiatif strategis ini, BSI tidak hanya membidik pertumbuhan bisnis semata, tetapi juga memiliki optimisme yang lebih luas terhadap dampak sosialnya.
Anton Sukarna menutup penjelasannya dengan menyatakan, "Dengan inisiatif ini, BSI optimistis dapat memperluas inklusi keuangan syariah sekaligus mendukung lahirnya generasi muda yang lebih siap secara spiritual dan finansial."
Artikel Terkait
Ramadhan di Tenda Darurat: Tradisi Peumulia Jamee Tetap Hidup di Tengah Bencana Aceh
Pemimpin Kartel Jalisco Tewas, Gelombang Kekerasan Telan Puluhan Korban
Waktu Imsak Kota Ambon 24 Februari 2026 Pukul 05.09 WIT
Menteri Agama Laporkan Penggunaan Jet Pribadi OSO ke KPK sebagai Dugaan Gratifikasi