PARADAPOS.COM - Presiden Prabowo Subianto tiba di Bandara Orly, Paris, pada Selasa pagi waktu setempat setelah menempuh penerbangan selama 16 jam dari Jakarta. Kepala Negara dijadwalkan melaksanakan salat Iduladha dan bersilaturahmi dengan warga negara Indonesia di Wisma Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Paris. Kunjungan ini menandai dimulainya rangkaian agenda kenegaraan yang telah direncanakan sejak tahun lalu dan sempat mengalami penundaan.
Kedatangan dan Sambutan di Paris
Pesawat yang membawa Presiden Prabowo mendarat sekitar pukul 10.00 waktu setempat. Begitu turun dari tangga pesawat, beliau disambut langsung oleh Menteri Tenaga Kerja dan Solidaritas Prancis, Jean-Pierre Farandou, serta regu jajar kehormatan. Suasana di bandara tampak khidmat dengan protokol kenegaraan yang ketat.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya menjelaskan bahwa rangkaian kunjungan ini sudah lama diagendakan. "Presiden Prabowo dijadwalkan akan melaksanakan salat Iduladha dan silaturahmi dengan WNI di Wisma KBRI Paris," ujarnya.
Antusiasme WNI dan Agenda Kenegaraan
Tidak hanya di bandara, antusiasme juga terlihat di tempat penginapan Presiden. Ratusan warga negara Indonesia telah menunggu sejak pagi hari di depan hotel tempat Kepala Negara menginap. Mereka ingin menyambut langsung kedatangan Presiden Prabowo di tanah Prancis.
Kehadiran mereka menambah semarak kunjungan yang sarat dengan agenda diplomatik ini. Seskab Teddy menambahkan bahwa kunjungan resmi kenegaraan ini diharapkan mampu memperkuat hubungan strategis antara Indonesia dan Prancis.
Memperkuat Posisi Indonesia di Eropa
Lebih lanjut, Teddy mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia dan Prancis memiliki sejumlah kerja sama yang bersifat super strategis di berbagai bidang. "State visit ini diharapkan makin memperkuat posisi Indonesia di Eropa, khususnya Prancis," tuturnya.
Menurut dia, hubungan bilateral kedua negara memiliki peran yang saling melengkapi dalam percaturan global. "Indonesia menjadi salah satu gerbang utama hubungan Eropa ke Asia, sementara Prancis merupakan gerbang penting bagi hubungan Asia, khususnya Asia Tenggara, menuju kawasan Eropa," jelas Teddy.
Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk mempererat kerja sama yang sudah terjalin, sekaligus membuka peluang baru di masa mendatang.
Editor: Dian Lestari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Persis Solo Resmi Degradasi, Pelatih Milomir Seslija Yakin Tim Segera Bangkit ke Liga 1
BCA Buka Tiga Kanal Top Up ShopeePay via ATM, BCA Mobile, dan myBCA, Minimal Rp10.000
Kebiasaan Isi Bensin Saat Tangki Hampir Kosong Berisiko Rusak Pompa hingga Picu Karat
Empat ABK Negatif Hantavirus, Dinkes Jakarta Barat Perketat Pengawasan