PARADAPOS.COM - Polda Metro Jaya melaporkan keberhasilan upaya pencegahan tawuran di wilayah hukumnya selama bulan Ramadan. Kolaborasi intensif antara aparat kepolisian dengan berbagai elemen masyarakat disebut sebagai faktor utama yang mampu menekan angka kekerasan massal tersebut hingga mencapai titik nol korban jiwa.
Deklarasi dan Pembentukan Satgas sebagai Langkah Awal
Upaya sistematis ini diawali dengan deklarasi "Jaga Jakarta" pada pertengahan Februari 2026, yang melibatkan berbagai komunitas warga. Tak lama setelahnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri membentuk Satgas Anti Tawuran sebagai wujud komitmen nyata. Langkah ini dirancang untuk menyelaraskan gerak antara penegak hukum dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menegaskan pentingnya momen tersebut. "Langkah ini menjadi tonggak penting dalam menyatukan visi antara aparat penegak hukum dan warga demi keamanan lingkungan," jelasnya.
Fokus pada Pendekatan Preventif dan Humanis
Berbeda dengan penanganan yang reaktif, Satgas Anti Tawuran mengedepankan tindakan pencegahan. Strategi utamanya adalah melalui patroli gabungan yang melibatkan warga, bersama dengan mobilitas satuan Brimob dan Sabhara. Pendekatan ini bertujuan mengidentifikasi dan mendispersi potensi kerumunan yang berindikasi akan berkonflik sebelum situasi memanas.
Budi memaparkan intensitas operasi tersebut. "Sepanjang periode 12 hingga 23 Februari 2026, petugas secara intensif menyisir titik-titik rawan untuk membubarkan kerumunan remaja yang terindikasi hendak melakukan aksi tawuran," tuturnya.
Peran Aktif Masyarakat Kunci Keberhasilan
Keberhasilan ini tidak lepas dari peran serta warga yang proaktif. Beberapa rencana tawuran berhasil digagalkan berkat informasi dan tindakan warga yang menyerahkan pelaku ke pihak berwajib. Sinergi ini menciptakan sistem pengawasan yang lebih rapat dan efektif.
Atas kontribusi tersebut, Budi menyampaikan apresiasi dari pimpinan. "Bapak Kapolda sangat mengapresiasi kolaborasi aktif masyarakat. Pendekatan kita kali ini sangat humanis, namun tetap tegas," ujarnya.
Hasil Nyata: Nol Korban Jiwa Selama Ramadan
Hasil dari seluruh upaya tersebut terlihat signifikan. Jika pada Januari 2026 tercatat tiga korban jiwa akibat tawuran, maka selama Ramadan di bawah pengawasan satgas, angka tersebut berhasil ditekan hingga nihil. Capaian ini dinilai sebagai kemajuan yang konkret.
"Ini adalah keberhasilan kolektif antara Polri dan warga dalam menjaga marwah bulan suci," ucap Budi.
Komitmen Berkelanjutan untuk Stabilitas Keamanan
Polda Metro Jaya berkomitmen untuk melanjutkan dan mengintensifkan model patroli gabungan serta pendekatan preventif ini. Tujuannya adalah mempertahankan tren penurunan tawuran di Jakarta dan sekitarnya, sehingga rasa aman dan nyaman dapat dirasakan masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari.
Budi, yang juga mantan Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, menutup penjelasannya dengan menyoroti formula keberhasilan ini. "Sinergi antara Brimob, Sabhara, dan warga kini menjadi formula kunci dalam menciptakan stabilitas kamtibmas yang modern dan berbasis komunitas," ungkapnya.
Artikel Terkait
TransJakarta Sebut Motor Berbelak Mendadak di Yellow Box Picu Kecelakaan
Insanul Fahmi Ajak Mawa dan Inara Dialog Terbuka Bahas Masa Depan
IHSG Diproyeksikan Lanjutkan Penguatan, Targetkan Level 8.500
Menkeu Tegaskan Dana LPDP dari Pajak dan Utang, Minta Pengembalian Penuh dari Alumni yang Hina Negara