PARADAPOS.COM - Gempa bumi dengan magnitudo 5,7 mengguncang Kabupaten Sarmi, Papua, pada Selasa (24/2/2026) sore. Guncangan yang berpusat di darat ini dirasakan cukup kuat di wilayah episenter, memicu respons warga, namun dinyatakan tidak berpotensi tsunami oleh pihak berwenang.
Detail Episenter dan Guncangan
Berdasarkan data yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa terletak sekitar 23 kilometer di sebelah tenggara kota Sarmi. Pusat gempa berada di kedalaman relatif dangkal, yakni 10 kilometer di bawah permukaan tanah, dengan koordinat 1,96 Lintang Selatan dan 138,95 Bujur Timur.
Kedalaman yang relatif dangkal ini turut mempengaruhi kekuatan guncangan yang dirasakan di permukaan. Analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa ini bersumber di darat, sehingga menepis kekhawatiran akan gelombang tsunami.
Skala Getaran di Beberapa Wilayah
Getaran gempa tidak merata dirasakan di seluruh wilayah. Di Sarmi, yang menjadi daerah terdekat dengan pusat gempa, guncangan mencapai skala V pada Modified Mercalli Intensity (MMI). Pada tingkat ini, getaran dapat dirasakan oleh hampir seluruh penduduk, menyebabkan benda-benda berjatuhan, dan memicu sebagian orang untuk berhamburan keluar rumah mencari tempat aman.
Sementara itu, di Kota Jayapura yang berjarak lebih jauh, guncangan yang terekam jauh lebih lemah. Masyarakat melaporkan getaran pada skala II hingga III MMI, di mana getaran hanya dirasakan oleh sebagian orang dalam keadaan diam, dan benda-benda ringan yang digantung terlihat bergoyang perlahan.
Imbauan untuk Kewaspadaan
Meski dinyatakan tidak berpotensi tsunami, otoritas meminta masyarakat untuk tidak lengah. Sifat gempa bumi di wilayah tektonik aktif seperti Papua seringkali diikuti oleh rangkaian gempa susulan, meski kekuatannya umumnya lebih kecil.
BMKG melalui pernyataannya mengingatkan pentingnya kewaspadaan berkelanjutan.
"BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang dapat terjadi," ungkapnya.
Imbauan standar ini menjadi pengingat bagi warga untuk senantiasa mempraktikkan langkah-langkah keselamatan, seperti mengenali titik aman di rumah dan menyiapkan tas siaga bencana, mengingat karakteristik seismik wilayah tersebut.
Artikel Terkait
IKPNI Gelar Family Gathering 2026, 150 Ahli Waris dari 65 Keluarga Pahlawan Nasional Perkuat Nilai Perjuangan
PAMA Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA hingga S1 di Sulawesi, Pendaftaran hingga Juni 2026
KRL Duri-Tangerang Mogok Total Usai Tiga Ledakan, Penumpang Dievakuasi
Rusia Digitalisasi Penuh Sistem Penerimaan Mahasiswa Internasional, Target 100 Persen Proses Daring