PARADAPOS.COM - Kawasan Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat, menjadi sorotan setelah beredar dugaan praktik prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur. Temuan ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, yang menyebut tindakan tersebut sebagai kejahatan kemanusiaan yang biadab. Video viral yang direkam oleh seorang warga negara Jepang pada Senin (25/5) memperlihatkan tawaran jasa seksual dengan menyebut kata "seventeen" dan "perawan", mendorong polisi untuk segera melakukan penyelidikan.
Desakan Hukuman Berat bagi Pelaku
Hardiyanto Kenneth, yang akrab disapa Bang Kent, menegaskan bahwa jika dugaan ini terbukti, semua pihak yang terlibat harus dihukum seberat-beratnya. Ia menekankan bahwa anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang harus dilindungi, bukan dieksploitasi.
"Anak adalah generasi penerus bangsa yang seharusnya dilindungi dan diberikan ruang tumbuh yang sehat, bukan justru dijebak dalam lingkaran perdagangan manusia dan eksploitasi seksual. Tidak boleh ada toleransi sedikit pun terhadap pelaku, mucikari, jaringan perantara, maupun pihak yang membiarkan praktik ini berlangsung," tegas Kenneth dalam keterangannya, Selasa (26/5/2026).
Investigasi Menyeluruh dan Pengawasan Ketat
Politikus dari Fraksi PDI Perjuangan itu mendesak Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Barat, dan Pemprov DKI Jakarta untuk segera bergerak cepat. Ia meminta investigasi tidak berhenti pada pelaku di lapangan, melainkan menelusuri kemungkinan adanya backing atau oknum yang membiarkan praktik ilegal ini.
"Masyarakat berhak mempertanyakan apakah pengawasan selama ini berjalan maksimal. Jangan sampai ada pembiaran atau oknum yang bermain. Semua harus dibuka secara terang dan ditindak tegas," ujar Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta itu.
Perlindungan Korban dan Evaluasi Kawasan Rawan
Bang Kent menyoroti pentingnya perlindungan terhadap korban eksploitasi seksual. Menurutnya, anak-anak korban prostitusi tidak boleh dihakimi, melainkan harus diselamatkan dan dipulihkan.
"Korban harus mendapat pendampingan psikologis, rehabilitasi sosial, akses pendidikan, perlindungan hukum, hingga jaminan masa depan yang layak. Negara tidak boleh gagal dalam melindungi anak-anaknya sendiri," katanya.
Ia juga mendesak evaluasi total terhadap kawasan hiburan malam dan area rawan prostitusi di Jakarta, khususnya Tamansari dan sekitarnya. Pengawasan terhadap hotel, apartemen, dan tempat hiburan malam harus diperketat. Selain itu, patroli siber perlu diperkuat karena praktik prostitusi anak kini banyak dilakukan melalui aplikasi dan media sosial.
"Saya meminta akun, grup, maupun platform yang menjadi sarana perdagangan seksual anak ditindak tegas. Jakarta tidak boleh menjadi ruang aman bagi predator seksual dan mafia perdagangan manusia," ucap Ketua IKAL PPRA Angkatan LXII itu.
Peran Serta Masyarakat
Lebih lanjut, Kenneth mengajak tokoh agama, tokoh masyarakat, sekolah, orang tua, dan komunitas lokal untuk memperkuat pengawasan sosial terhadap anak-anak.
"Ketika satu anak menjadi korban eksploitasi seksual, maka sesungguhnya seluruh elemen masyarakat telah gagal memberikan perlindungan. Karena itu ini harus menjadi alarm keras bagi kita semua," tuturnya.
Momentum Evaluasi Besar
Bang Kent menegaskan bahwa kasus ini harus menjadi momentum evaluasi besar bagi semua pihak. Negara harus hadir dalam tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan tanpa tindak lanjut.
"Jakarta harus menjadi kota yang aman bagi anak-anak untuk tumbuh dan bermimpi, bukan tempat yang nyaman bagi predator seksual anak. Siapa pun pelakunya harus dihukum seberat-beratnya sesuai aturan hukum yang berlaku," pungkasnya.
Editor: Bagus Kurnia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
PAMA Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA hingga S1 di Sulawesi, Pendaftaran hingga Juni 2026
KRL Duri-Tangerang Mogok Total Usai Tiga Ledakan, Penumpang Dievakuasi
Rusia Digitalisasi Penuh Sistem Penerimaan Mahasiswa Internasional, Target 100 Persen Proses Daring
Perempuan di Bogor Tewas Dibunuh Teman Sekolah, Gagalkan Rencana Lamaran Bulan Depan