KRL Duri-Tangerang Mogok Total Usai Tiga Ledakan, Penumpang Dievakuasi

- Selasa, 26 Mei 2026 | 15:25 WIB
KRL Duri-Tangerang Mogok Total Usai Tiga Ledakan, Penumpang Dievakuasi
PARADAPOS.COM - Perjalanan KRL rute Duri-Tangerang mengalami gangguan teknis pada Selasa sore, 26 Mei 2026, sekitar pukul 17.05 WIB. Insiden terjadi di jalur hulu antara Stasiun Duri dan Stasiun Rawabuaya, menyebabkan satu rangkaian mogok total. Seorang penumpang bernama Lidiah (29) melaporkan mendengar tiga kali bunyi ledakan sebelum kereta berhenti, yang diduga berasal dari korsleting listrik. KAI Commuter memastikan layanan telah kembali normal setelah petugas menangani pemadaman Listrik Aliran Atas (LAA) dan mengevakuasi penumpang di Stasiun Bojong Indah.

Ledakan dan Kepanikan di Dalam Gerbong

Lidiah, yang saat kejadian berada di gerbong wanita tepat di belakang masinis, menuturkan suasana berubah mencekam begitu kereta kehilangan tenaga. "Sebelum berhenti total ini sempat ada bunyi ledakan gitu 3 kali, kemungkinan korsleting listrik or something," ujarnya saat dihubungi. Ia menggambarkan gerbong langsung gelap gulita dan AC mati total. Kepanikan pun tak terhindarkan. "Keadaan gerbongnya pas mogok jadi gelap, AC pun mati jadi lumayan pada panik karena agak sesak," jelas Lidiah. Beberapa penumpang nekat membuka jendela kereta untuk mencari udara segar. Situasi semakin rumit karena banyak penumpang wanita yang sedang menjalankan ibadah puasa. "Jadi orang-orang berusaha untuk buka jendela keretanya dan kondisinya di gerbong wanita juga banyak yang dalam keadaan puasa, jadi kita sharing makanan dan minuman untuk batalin puasa," tambahnya.

Evakuasi dan Penanganan di Lapangan

Setelah hampir dua jam menunggu dalam kondisi tidak nyaman, Lidiah mendapat informasi bahwa rangkaiannya akan digandeng dengan unit KRL lain sekitar pukul 18.57 WIB. "Karena gerbong saya tepat di belakang masinis alias gerbong wanita, jadi kita lebih jelas untuk mendapatkan informasinya. Seperti info kalo kereta bakalan didorong dengan kereta lain," katanya. Namun, ia mengaku tidak mendapat penjelasan resmi mengenai penyebab pasti gangguan tersebut. "Untuk penyebabnya sih tidak diinfokan, dan akhirnya semua penumpang diturunkan di Stasiun Bojong Indah," ungkapnya.

Permintaan Maaf dan Normalisasi Layanan

Menanggapi insiden ini, Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menyampaikan permohonan maaf secara resmi. "KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf atas adanya gangguan sarana pada perjalanan Commuter Line No. 1978A relasi Duri-Tangerang yang terjadi pada Selasa (26/5) pukul 17.05 WIB di jalur hulu petak jalan antara Stasiun Duri dan Stasiun Rawabuaya," tuturnya dalam keterangan resmi. Leza menjelaskan, petugas langsung berkoordinasi dan turun ke lokasi begitu menerima laporan. Gangguan tersebut memaksa pemadaman Listrik Aliran Atas (LAA) demi keselamatan, sehingga jalur hulu sempat tidak bisa dilalui. "Setelah menerima informasi, petugas terkait langsung melakukan koordinasi dan penanganan di lokasi untuk memastikan keselamatan perjalanan serta mempercepat normalisasi operasional perjalanan Commuter Line," ujarnya. Beruntung, aliran listrik berhasil dinyalakan kembali pada pukul 17.56 WIB. Commuter Line No. 1978A kemudian digandeng dengan Commuter Line No. 1980A menuju jalur tiga Stasiun Rawabuaya untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hingga berita ini diturunkan, perjalanan KRL rute Duri-Tangerang telah beroperasi normal kembali.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar