PARADAPOS.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tanjungpinang telah menyesuaikan format distribusinya selama Ramadan tahun ini. Alih-alih menyajikan makanan siap santap di sekolah, program pemerintah ini kini memberikan paket makanan kering kepada para siswa. Penyesuaian ini memungkinkan anak-anak membawa pulang makanan tersebut untuk dikonsumsi saat berbuka puasa, sehingga kegiatan belajar dan ibadah mereka tidak terganggu.
Distribusi Serentak dengan Menu Praktis
Penyaluran MBG Ramadan dimulai secara serentak pada Senin, 23 Februari 2026. Di SDN 002 Bukit Bestari, salah satu sekolah penerima, distribusi telah berjalan maksimal untuk seluruh siswa. Menu yang diberikan berupa paket makanan ringan bergizi, seperti kurma, roti, susu, dan telur rebus. Untuk memudahkan proses, siswa diimbau membawa wadah makan sendiri dari rumah.
Mekanisme baru ini mendapat tanggapan positif. Bagi para siswa, menu Ramadan dinilai lebih praktis karena bisa langsung dibawa pulang.
"Saya senang karena MBG bisa dibawa pulang untuk berbuka puasa," ujar Habibie, salah satu siswa.
Sambutan Positif dari Pihak Sekolah
Kepala SDN 002 Bukit Bestari, Najmiyati Alfina, menyambut baik inisiatif penyesuaian program oleh pemerintah. Menurutnya, langkah ini memastikan manfaat MBG tetap dapat dirasakan siswa selama bulan puasa tanpa mengganggu waktu ibadah mereka. Selain itu, program ini juga memberikan manfaat bagi para guru.
"Kami menyambut baik program ini karena sangat membantu. Selama Ramadan distribusi sudah kami terima dalam bentuk makanan ringan yang dapat dijadikan bekal berbuka puasa, sehingga program tetap berjalan optimal dan menjangkau semua kelas," jelasnya pada Selasa, 24 Februari 2026.
Harapan untuk Kelanjutan Program
Antusiasme terlihat jelas di wajah siswa saat pembagian berlangsung. Bagi banyak keluarga, bantuan ini dinilai signifikan dalam membantu memenuhi kebutuhan gizi anak selama berpuasa. Pihak sekolah berharap program MBG dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Dengan distribusi yang merata ke semua kelas, program ini diharapkan tidak hanya menjadi bantuan konsumtif, tetapi juga bentuk nyata perhatian terhadap kesehatan dan kesejahteraan generasi muda, khususnya dalam mendukung semangat belajar mereka di bulan Ramadan.
Artikel Terkait
BPJN Lampung Genjot Perbaikan Jalan Lintas Sumatera Jelang Mudik Lebaran 2026
Pria Palsukan Diri Jadi Polisi dan Klaim Mobil Jenderal untuk Dapatkan Pertalite, Kini Ditahan
BNN Identifikasi Tiga Kawasan Sumber Utama Peredaran Narkoba ke Indonesia
Iran Tegaskan Tak Akan Serang Duluan, Tapi Siap Balas Setiap Agresi