PARADAPOS.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, tetap berjalan dengan menu variatif selama Ramadan. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bener dan Kebon Gunung memastikan makanan diolah segar setiap hari tanpa sistem perapelan, dengan distribusi terjadwal untuk ribuan penerima manfaat yang meliputi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Menu Harian yang Bervariasi dan Segar
Di tengah tantangan operasional bulan puasa, komitmen untuk menyajikan gizi seimbang tetap menjadi prioritas. Pengelola SPPG Bener Purworejo secara aktif membagikan perkembangan menu harian melalui kanal komunikasi resminya, menunjukkan transparansi pelaksanaan program. Pada hari pertama Ramadan, misalnya, menu spesial yang dihidangkan terdiri dari Jenang Pati Kirut dan Talas, Paha Ayam Goreng Kremes, serta buah jeruk.
Kepala SPPG Bener Purworejo, Adi Candra Prasetiyo, menegaskan bahwa variasi menu sengaja dibuat untuk memenuhi kebutuhan nutrisi. "Menunya kita buat bervariasi. Misalnya hari ini ada singkong caramel, telur puyuh masak pindang, dan buah kiwi," jelasnya.
Ragam sajian sebelumnya juga mencakup roti strawberry, telur bebek rebus, kacang kribo, hingga buah kelengkeng. Proses pengolahan yang dilakukan langsung di dapur setiap hari menjadi kunci kesegaran makanan, termasuk untuk komponen seperti jenang dan kacang gimbal.
Mekanisme Distribusi yang Terstruktur
Untuk memastikan ketepatan waktu penyajian, distribusi makanan dibagi dalam dua kloter berdasarkan kelompok usia penerima. Pembagian waktu ini mempertimbangkan jadwal dan kebutuhan anak-anak di berbagai jenjang pendidikan.
"Yang pertama kurang lebih pukul 7.30 pagi dan yang kedua kurang lebih pukul 09.00. Yang pagi untuk kelas kecil TK, Paud, dan yang jam kedua untuk kelas besar SD dan SMP," tutur Chandra mengenai skema pengiriman yang telah dijalankan.
Penyesuaian logistik juga dilakukan di lapangan. Chandra menambahkan, "Hanya tim pencuci ompreng yang kita perbantukan ke tim pemorsian. Karena makanan tidak menggunakan foodtray."
Perluasan Sasaran ke Ibu dan Balita
Program ini tidak hanya menyasar anak sekolah. Pada hari yang sama, SPPG Bener juga mendistribusikan 161 porsi makanan khusus ke empat posyandu. Menu untuk ibu hamil dan ibu menyusui disiapkan terpisah, mencakup roti abon, paha ayam semur, perkedel tahu, dan jeruk. Sementara itu, balita menerima menu dengan penyesuaian, seperti telur semur.
Skala Pelayanan dan Optimalisasi Program
Secara keseluruhan, inisiatif MBG di wilayah ini menjangkau 3.983 penerima manfaat yang tersebar di 29 sekolah dan 4 posyandu. Pelaksanaan di dua lokasi SPPG tersebut menunjukkan upaya optimalisasi melalui pengelolaan dapur yang mandiri, pengolahan bahan segar, serta mekanisme distribusi yang terencana dan terukur. Pendekatan ini bertujuan menjaga kualitas dan konsistensi bantuan pangan bergizi di tengah dinamika pelaksanaan program selama bulan suci.
Artikel Terkait
Pemerintah Pacu Pariwisata Berkelanjutan, Targetkan 17,6 Juta Wisman di 2026
Indonesia Ajukan Tiga Pilar Kerja Sama dengan India untuk Naik Kelas di Industri Teknologi Global
Ketua Komisi XI DPR Soroti Pentingnya Pemulihan Sistem Pembayaran di Daerah Bencana
Pemerhati Jakarta Desak Sterilisasi Jalur Transjakarta Hadapi Lonjakan Penumpang