PARADAPOS.COM - Operasi pengawasan pangan nasional yang digelar secara intensif selama tiga pekan pada Februari 2026 berhasil menekan harga sejumlah bahan pokok. Satgas Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan melaporkan, pemantauan masif di lebih dari 28 ribu titik di seluruh Indonesia berdampak pada penurunan harga beras, cabai, telur, dan daging ayam di berbagai wilayah. Namun, tantangan tetap ada untuk komoditas seperti minyak goreng kemasan dan bawang di daerah tertinggal.
Intensitas Pengawasan Meningkat Signifikan
Dalam kurun waktu 20 hari, dari 5 hingga 25 Februari 2026, Satgas Saber Pangan Pusat mencatat total 28.270 kegiatan pemantauan yang dilakukan secara intensif di berbagai daerah. I Gusti Ketut Astawa, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI yang juga Ketua Pelaksana Satgas, memaparkan bahwa aktivitas pengawasan menunjukkan tren peningkatan dari minggu ke minggu.
“Dalam kurun waktu 5 Februari hingga 25 Februari 2026, Satgas Saber Pangan Pusat ini mencatat sebanyak 28.270 kegiatan pemantauan yang dilakukan secara intensif di berbagai daerah di seluruh Indonesia,” jelasnya di Jakarta, Kamis.
Pada minggu ketiga periode pemantauan, tercatat 9.644 laporan, naik 1,62 persen dari minggu sebelumnya. Rata-rata, ada 1.378 laporan pemantauan yang masuk setiap harinya. Dari sisi geografis, Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah laporan tertinggi, diikuti oleh Kalimantan Selatan, Riau, Jawa Tengah, dan DKI Jakarta.
Dampak Langsung pada Harga Pangan
Gelombang pengawasan yang masif ini ternyata membuahkan hasil yang terukur di lapangan. Menurut analisis Satgas, tekanan dari pemantauan berkelanjutan berhasil menekan harga beberapa komoditas krusial.
“Pemantauan yang masif dan tindak lanjut di lapangan terbukti mampu menekan harga beberapa komoditas pangan utama, seperti beras premium dan medium di Zona I dan II, cabe merah keriting, telur ayam ras, bawang putih, serta daging ayam ras,” ungkap Astawa.
Secara rinci, pengawasan paling banyak difokuskan pada tingkat pengecer dengan 18.864 titik, ritel modern 4.413 titik, dan grosir 2.804 titik. Pendekatan ini dinilai efektif karena langsung menyentuh titik akhir penjualan ke konsumen.
Tantangan dan Langkah Penanganan
Meski ada kemajuan, laporan Satgas mengungkap sejumlah komoditas yang harganya masih membandel, terutama di wilayah Indonesia Timur dan daerah 3TP (tertinggal, terdepan, terluar, perbatasan). Komoditas tersebut antara lain beras premium Zona III, Minyakita, bawang merah, bawang putih, daging sapi, cabai rawit merah, dan gula konsumsi.
Minyak goreng merek Minyakita bahkan menjadi komoditas yang paling banyak dilaporkan masyarakat melalui hotline pengaduan. Meski menunjukkan tren penurunan di akhir periode, harganya masih bertahan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Untuk menanggapi hal ini, tim turun langsung memeriksa rantai pasok, dari produsen hingga pengecer, guna memastikan kepatuhan pada HET Rp15.700.
Di sisi lain, fluktuasi harga cabai rawit merah juga mendapat perhatian khusus, dengan cuaca di sentra produksi menjadi faktor penyebab. Sebagai respons, Bapanas melakukan stabilisasi pasokan dengan menyalurkan cabai dari sentra produksi ke Pasar Induk Kramat Jati.
Komitmen Penegakan dan Intervensi Pasar
Menutup paparannya, Astawa menegaskan komitmen Satgas untuk terus mendorong intervensi pasar dan penindakan tegas terhadap pelanggaran. Langkah koordinasi dengan badan usaha milik negara menjadi salah satu strategi kunci.
“(Satgas) akan mendorong Perum Bulog dan BUMN Pangan yang mendapat distribusi 35 persen DMO (domestic market obligation) dari produsen minyak goreng atau CPO yang melakukan ekspor untuk segera intervensi wilayah-wilayah yang masih di atas HET serta akan menindak tegas setiap pelanggaran yang ada,” tegasnya.
Pernyataan ini menggarisbawahi pendekatan dua arah yang diambil: tidak hanya melakukan pengawasan dan penindakan, tetapi juga memastikan ketersediaan pasokan dari hulu untuk meredam gejolak harga di tingkat konsumen akhir.
Artikel Terkait
PSG Lolos ke Babak Berikutnya Liga Champions Usai Duel Sengit Lawan Monaco
Pertukaran Maskot Kuda Api Perkuat Diplomasi Budaya Indonesia-Tiongkok di Imlek 2577
KPK Tetapkan Pegawai Bea Cukai sebagai Tersangka Baru dalam Kasus Suap dan Gratifikasi
BPOM Mataram Bongkar Jaringan Peredaran Tramadol dan Alprazolam Ilegal