PARADAPOS.COM - Kementerian Agama (Kemenag) RI, bekerja sama dengan British Council, berhasil menyelesaikan program peningkatan kompetensi bagi lebih dari 600 guru Bahasa Inggris madrasah. Inisiatif bertajuk Continuing Professional Development (CPD) ini dirancang untuk memperkuat metodologi pengajaran dan pemahaman lintas budaya para pendidik, melalui pelatihan hybrid yang berjalan selama delapan pekan.
Fokus pada Metodologi dan Budaya dalam Pengajaran
Program pelatihan ini tidak sekadar mengasah kemampuan berbahasa. Lebih dari itu, fokus utamanya adalah membekali para guru dengan pendekatan pedagogis yang lebih dinamis dan kontekstual. Dengan menggabungkan sesi daring dan luring, program ini memungkinkan pertukaran pengalaman yang kaya antar peserta dari berbagai daerah. Hal ini dianggap penting untuk menciptakan pembelajaran Bahasa Inggris yang tidak hanya gramatikal, tetapi juga relevan dengan kehidupan nyata dan sensitif terhadap dimensi budaya.
Melalui skema hybrid yang intensif selama dua bulan, para peserta diajak untuk mendalami berbagai teknik pengajaran modern. Tujuannya jelas: agar materi pelajaran dapat disampaikan dengan lebih menarik dan efektif kepada siswa madrasah.
Respons Positif dari Peserta Pelatihan
Antusiasme dan capaian program ini tercermin dari komitmen tinggi para guru yang terlibat. Sebanyak 613 pendidik dinyatakan berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan dengan sukses. Angka ini menunjukkan kebutuhan nyata akan pengembangan profesional berkelanjutan di lingkungan madrasah.
“Program ini sangat membuka wawasan, terutama dalam menyisipkan pemahaman budaya ke dalam materi ajar sehari-hari,” ungkap salah seorang peserta, menggambarkan pengalamannya. Ia menambahkan bahwa pendekatan baru ini diharapkan dapat memotivasi siswa untuk lebih percaya diri dalam menggunakan Bahasa Inggris.
Memperkuat Pondasi Pendidikan Madrasah
Kolaborasi antara Kementerian Agama dan British Council dalam program CPD ini menandai langkah strategis dalam peningkatan mutu pendidikan keagamaan. Investasi pada kapasitas guru merupakan fondasi krusial, mengingat peran sentral mereka dalam membentuk kompetensi generasi muda. Peningkatan kualitas pengajaran Bahasa Inggris di madrasah juga sejalan dengan upaya memperluas wawasan global siswa, mempersiapkan mereka untuk berpartisipasi lebih aktif di kancah yang lebih luas.
Keberhasilan angkatan pertama ini diharapkan dapat menjadi preceden untuk program serupa di masa depan. Dengan demikian, dampak peningkatan kualitas pendidikan dapat dirasakan secara lebih merata, memperkuat daya saing dan relevansi madrasah dalam sistem pendidikan nasional.
Artikel Terkait
Terdakwa Korupsi LNG Desak Ahok Dimintai Keterangan sebagai Saksi
MSIG Life Bayarkan Klaim Rp1,07 Triliun di Tengah Lonjakan Biaya Medis
Jamu Coro Tetap Jadi Primadona Takjil di Demak Saat Ramadan
Masjid Jami Koba, Masjid Tertua di Bangka Tengah, Harmoniskan Sejarah dan Arsitektur Melayu