PARADAPOS.COM - Bitcoin kembali terpeleset ke bawah level USD75.000 pada perdagangan Rabu waktu setempat. Penurunan ini dipicu oleh ketidakpastian yang masih menyelimuti negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran, ditambah dengan arus keluar dana besar-besaran dari ETF kripto. Berdasarkan data yang dihimpun, mata uang kripto terbesar di dunia itu tercatat turun 1,9 persen ke posisi USD74.274,8.
Negosiasi AS-Iran yang Tak Kunjung Pasti
Beberapa media melaporkan bahwa Iran telah menerima draf awal nota kesepahaman (MoU) tidak resmi yang bertujuan mengakhiri permusuhan dengan AS. Informasi ini dikutip dari televisi pemerintah Iran. Dalam draf tersebut, Iran disebut akan memulihkan pelayaran komersial melalui Selat Hormuz dalam waktu satu bulan. Sebagai imbalannya, AS akan mencabut blokade angkatan laut di pelabuhan dan garis pantai Iran, serta menarik seluruh pasukan militernya dari sekitar negara itu.
Namun, Gedung Putih membantah laporan tersebut. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump sempat menyatakan bahwa MoU telah "sebagian besar dinegosiasikan" setelah ia melakukan panggilan telepon dengan para pemimpin regional. Pernyataan itu sempat memicu optimisme bahwa konflik akan segera berakhir.
Harapan itu kandas pada Selasa lalu. Militer AS mengaku telah melancarkan serangan "defensif" terhadap Iran, dan Teheran pun membalas. Meskipun baku tembak terjadi, Al Jazeera melaporkan bahwa negosiasi tidak langsung antara kedua pihak masih terus berlangsung.
"Mereka sangat ingin mencapai kesepakatan. Sejauh ini, mereka belum berhasil. Kami tidak puas dengan itu, tetapi kami akan puas atau kami harus menyelesaikan pekerjaan ini. Mereka bernegosiasi dengan sisa-sisa kekuatan mereka, tetapi kita lihat saja apa yang terjadi," ujar Trump dalam rapat kabinet.
"Kita bisa membuat kesepakatan yang baik sekarang, tetapi mungkin bukan kesepakatan yang hebat. Jika bukan kesepakatan yang hebat, kita tidak akan membuatnya," tambah Presiden.
Tekanan dari Aksi Jual Institusional
Di luar faktor geopolitik, pasar kripto juga diguncang oleh aksi jual institusional. Laporan menunjukkan adanya penjualan saham senilai USD1,3 miliar di ETF iShares Bitcoin Trust milik BlackRock, yang dikenal dengan kode IBIT. Transaksi besar ini dieksekusi di tempat perdagangan dark pool dan bertepatan dengan penurunan tajam Bitcoin.
Secara keseluruhan, ETF Bitcoin spot AS mengalami arus keluar sebesar USD1,74 miliar dalam dua pekan terakhir. Termasuk di dalamnya adalah blok dark-pool IBIT senilai USD1,29 miliar pada Selasa lalu, yang terjadi bersamaan dengan pembalikan harga intraday dari mendekati USD78.000 menjadi di bawah USD76.000.
Meskipun demikian, nilai aset bersih ETF secara keseluruhan masih tergolong besar, yaitu USD98,4 miliar. Angka ini setara dengan sekitar 6,5 persen dari kapitalisasi pasar Bitcoin, menandakan bahwa posisi institusional masih cukup kuat meskipun terjadi tekanan jual jangka pendek.
Pelemahan kripto ini kontras dengan performa pasar ekuitas. Tiga indeks utama Wall Street justru ditutup pada level tertinggi sepanjang masa pada Rabu. Selain arus keluar institusional, tekanan juga datang dari penurunan harga setelah terobosan legislatif Senat AS untuk aset digital awal bulan ini.
Kini, perhatian pelaku pasar tertuju pada rilis data indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS pada Kamis. Data ini menjadi tolok ukur inflasi yang menjadi acuan utama Federal Reserve.
Kontrak berjangka suku bunga saat ini hanya menunjukkan peluang terbatas untuk penurunan suku bunga tahun ini. Bahkan, sebagian pedagang mulai memperhitungkan kemungkinan kecil kenaikan suku bunga Fed lagi jika inflasi tetap tinggi dan harga minyak terus naik akibat ketegangan di Timur Tengah. Tingkat suku bunga yang lebih tinggi cenderung membebani mata uang kripto karena mengurangi likuiditas dan membuat aset yang menghasilkan imbal hasil lebih aman menjadi lebih menarik dibandingkan investasi spekulatif.
Daftar Harga Kripto Terbaru
Mayoritas altcoin ikut terpuruk pada perdagangan Rabu, mengikuti jejak Bitcoin. Berikut adalah pergerakan harga beberapa kripto utama:
- Ethereum, kripto peringkat kedua dunia, turun 2,2 persen menjadi USD2.022,83.
- XRP, mata uang kripto peringkat tiga dunia, turun 1,3 persen menjadi USD1,3111.
- Solana turun sebesar 1,3 persen.
- Cardano turun 1,2 persen.
- Di antara token meme, Dogecoin turun 0,4 persen.
Editor: Clara Salsabila
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Diaspora Prancis Sebut Prabowo Pejuang Modern Beretos Kerja Tinggi, Optimis Indonesia Emas 2045 Tercapai
Pimpinan Ponpes di Pekalongan Jadi Tersangka Kekerasan Seksual terhadap Santriwati
Polisi Amankan 1.802 Butir Obat Keras Ilegal dan Tiga Pengedar di Tanah Abang
Anak Bupati di Riau Positif Narkoba Usai Razia, BNN Sebut karena Hirup Asap Ganja di Toilet