PARADAPOS.COM - Ketua Umum Relawan Kami Jokowi-Gibran, Razman Arif Nasution, menduga adanya pihak yang sengaja menghembuskan isu ijazah palsu yang menyeret nama Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Dugaan ini muncul di tengah hiruk-pikuk politik menjelang Pilpres 2024. Menurut Razman, isu tersebut sengaja dimainkan untuk menggerus dukungan publik terhadap Jokowi dan putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, yang juga maju sebagai calon wakil presiden. Pernyataan itu ia sampaikan saat ditemui di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/5/2026).
Mendesak Kepastian Hukum
Awalnya, Razman mengaku tidak mempermasalahkan jika tersangka dalam kasus tuduhan ijazah palsu Jokowi, seperti Roy Suryo dan kawan-kawan, tidak ditahan. Namun, ia menegaskan bahwa perkara ini tetap harus disidangkan. Tujuannya, untuk mendapatkan kepastian hukum yang jelas dan mengikat.
"Harus disidang, supaya jelas kepastian hukumnya, itu yang berkekuatan hukum," ucap Razman di Kemayoran, Jakarta Pusat.
Ia menambahkan, proses persidangan adalah satu-satunya jalan untuk menguji kebenaran materiil dari tuduhan tersebut. Tanpa adanya putusan pengadilan, isu ini hanya akan menjadi bola liar yang terus bergulir tanpa ujung.
Membaca Motif di Balik Isu
Lebih lanjut, Razman mengungkapkan kecurigaannya bahwa ada aktor tertentu yang sengaja memainkan isu ijazah palsu ini. Menurutnya, motifnya bukan sekadar mencari sensasi, melainkan untuk menekan elektabilitas dan dukungan politik.
"Kami menduga ini upaya untuk men-downgrade, hanya untuk melemahkan atau mengurangi porsi dukungan yang simpatisan rakyat kepada Pak Jokowi, Mas Gibran, dan satu partai politik yang barangkali mereka kira itu akan berdampak sangat besar jika Pak Jokowi pasang badan," kata Razman.
Ia juga menyoroti kondisi Jokowi yang disebutnya sudah pulih dan akan kembali aktif melakukan perjalanan ke berbagai daerah. Aktivitas ini dinilai sebagai ancaman bagi pihak-pihak yang ingin menjegal langkah politik tertentu.
"Jangan lupa, Pak Jokowi sudah sehat, beliau akan keliling Indonesia, katanya menyapa relawan dan sebuah partai politik, itu hak beliau. Artinya Pak Jokowi memang sakti," ujarnya.
Peringatan untuk Tidak Menyudutkan
Dalam kesempatan itu, Razman secara khusus meminta semua pihak untuk tidak terus-menerus menyudutkan Jokowi. Ia meyakini, tekanan dan kriminalisasi justru akan membuat Jokowi semakin kuat.
"Jadi kalau pesan-pesan kami itu tadi, jangan ada upaya downgrade. Makin dizalimi, beliau ini akan berkembang," katanya.
Pernyataan ini seolah menjadi peringatan keras bahwa upaya menjatuhkan figur Jokowi melalui isu hukum justru bisa menjadi bumerang bagi para penggagasnya. Razman menegaskan, dukungan rakyat terhadap Jokowi dan Gibran tidak akan luntur hanya karena isu yang belum terbukti kebenarannya.
Editor: Andri Setiawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Penggeledahan Polri Terkait Jampidsus Febrie Diduga Berkaitan dengan Dinamika Politik Jelang Pergantian Jaksa Agung
Pengamat: Publik Mendambakan Kepastian Hukum, Bukan Polemik Antarlembaga
Roy Suryo Jalani Sidang Praperadilan Kedua, Kuasa Hukum Soroti Keabsahan Penetapan Tersangka
Prabowo Peringatkan Pemimpin yang Berbohong ke Rakyat: Itu Dosa dan Pengkhianatan