PARADAPOS.COM - Ketua Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Kabupaten Alor, Muhammad Abdullah, menyerukan ketenangan dan kewaspadaan masyarakat menyusul insiden tawuran antar pemuda di Kalabahi. Dalam seruannya yang disampaikan di tengah suasana Ramadan, Abdullah mengajak seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda, untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas dan menjaga persatuan demi stabilitas daerah.
Ajakan Menjaga Kedamaian Pasca Insiden
Seruan ini muncul sebagai respons atas peristiwa tawuran yang melibatkan kelompok pemuda dari Batutena dan Kadelang beberapa waktu lalu. Meski tidak menelan korban jiwa, kejadian di wilayah Kota Kalabahi itu sempat menimbulkan gelombang keresahan di tengah kehidupan masyarakat. Abdullah menekankan bahwa pemuda dan mahasiswa memegang peran krusial sebagai penjaga ketertiban dan perdamaian di daerah ini.
Ia secara khusus mengingatkan agar perbedaan latar belakang suku maupun kelompok tidak dijadikan celah untuk memecah belah persaudaraan. Menurutnya, keragaman justru harus dipandang sebagai fondasi untuk membangun Alor yang lebih kuat.
Pentingnya Literasi Digital di Tengah Ramadan
Momentum bulan suci Ramadan, lanjut Abdullah, seharusnya dimaknai sebagai waktu untuk mempererat tali silaturahmi dan menahan diri dari segala tindakan yang dapat merusak kedamaian. Situasi yang kondusif, kata dia, akan menciptakan rasa nyaman bagi seluruh warga dan mendukung berbagai aktivitas sosial, pendidikan, serta keagamaan di Kota Nusa Kenari.
Di era digital ini, Abdullah juga menyoroti pentingnya kebijaksanaan dalam menggunakan media sosial. Ia mendorong masyarakat untuk lebih kritis dan selalu memverifikasi kebenaran suatu informasi sebelum menyebarluaskannya.
"Kita boleh berbeda suku dan latar belakang, tetapi kita tetap satu dalam menjaga kedamaian daerah ini. Jangan mudah terpancing oleh informasi yang belum jelas sumbernya," tegasnya.
Membangun Kekuatan dari Keberagaman
Himbauan ini diharapkan dapat menjadi pengingat kolektif agar insiden serupa tidak terulang di masa depan. Abdullah menutup pesannya dengan ajakan kepada semua elemen masyarakat di Kabupaten Alor untuk saling menjaga, memperkuat kohesi sosial, dan menjadikan keberagaman sebagai sumber kekuatan yang tak ternilai dalam proses pembangunan daerah. Langkah preventif dan edukatif semacam ini dinilai penting untuk menciptakan lingkungan yang harmonis dan berkelanjutan.
Artikel Terkait
PT Surveyor Indonesia Raih Penghargaan Excellence in National Assurance Services 2026
Ibu Korban Kekerasan Anak di Sukabumi Ajukan Perlindungan ke LPSK Usai Terima Ancaman
Polemik Anggaran Mobil Dinas Gubernur Kaltim Rp 8,5 M, Legislator Kritik, Pemda Beralasan Medan Berat
Inara Rusli Antar Jemput Anak-anak ke Pernikahan Virgoun dengan Lindi Fitriyana