PARADAPOS.COM - Presiden Prancis Emmanuel Macron mendesak Amerika Serikat dan Iran untuk segera mencapai kesepakatan guna mengakhiri konflik yang telah berlangsung sejak akhir Februari. Seruan ini disampaikan Macron melalui unggahan di media sosial X pada Minggu (31/5), setelah ia melakukan percakapan telepon dengan sejumlah pemimpin Timur Tengah, termasuk Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), Sultan Oman Haitham bin Tariq, Presiden Uni Emirat Arab Mohammed bin Zayed, dan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi. Dalam pesannya, Macron menekankan bahwa momentum deeskalasi saat ini tidak boleh disia-siakan.
Desakan dari Paris: Kesepakatan Segera atau Risiko Eskalasi
Dalam pernyataan resminya, Macron menyampaikan pesan langsung kepada para pemimpin regional. Ia menegaskan urgensi situasi yang sedang berlangsung.
"Sangat penting agar kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran tercapai dengan cepat. Kesempatan ini harus dimanfaatkan sekarang," kata Macron dalam pesan kepada para pemimpin Timur Tengah itu, seperti disampaikan dalam pernyataannya.
Lebih lanjut, Macron menjabarkan langkah-langkah konkret yang harus menjadi prioritas utama. Ia menekankan perlunya tindakan segera tanpa syarat yang berbelit-belit.
"Prioritas utama haruslah penyelesaian gencatan senjata dan pembukaan kembali Selat Hormuz segera, tanpa prasyarat apa pun dan sesuai dengan hukum internasional," cetusnya.
Selat Hormuz dan Negosiasi Nuklir: Agenda Komprehensif
Setelah gencatan senjata dan pembukaan kembali Selat Hormuz tercapai, Macron mendorong agar diskusi berlanjut ke tahap yang lebih ambisius. Ia menyebut perlunya kerangka kerja yang lebih luas.
Macron menambahkan bahwa setelah gencatan senjata dan pembukaan kembali Selat Hormuz disepakati, maka diskusi harus dilanjutkan demi mencapai "kesepakatan komprehensif dan kuat" tentang isu-isu lainnya, termasuk program nuklir dan rudal balistik serta stabilitas regional.
Prancis, menurut Macron, siap untuk mengambil peran aktif dalam proses tersebut. Negara itu menawarkan kontribusi nyata di lapangan.
Presiden Prancis ini juga menyatakan kesediaan negaranya berkontribusi secara aktif, termasuk melalui misi maritim multinasional independen untuk menjamin perlintasan aman di Selat Hormuz, kemudian juga memberikan kepakaran dalam negosiasi nuklir serta membantu membangun kerangka keamanan regional.
Peringatan Keras untuk Lebanon Selatan
Situasi di Lebanon selatan juga menjadi sorotan tajam dalam pernyataan Macron. Ia menyampaikan keprihatinan mendalam atas eskalasi yang terjadi di wilayah tersebut.
"Tidak ada alasan yang dapat membenarkan eskalasi besar-besaran yang saat ini terjadi di Lebanon selatan," tegas Macron.
Ia menyerukan penghentian total semua pertempuran. Sikap Prancis terhadap kedaulatan Lebanon pun ditegaskan kembali.
"Prancis akan terus mendukung pemerintah Lebanon dalam upaya mereka untuk memulihkan kedaulatan negara dan integritas wilayah negara tersebut," ungkapnya.
Editor: Wahyu Pradana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Kakorlantas Tinjau Pos Gadog, Hampir 40 Ribu Kendaraan Melintas di Puncak Selama 24 Jam
Menteri PANRB Dorong ASN Internalisasi Pancasila dalam Pelayanan Publik yang Adil dan Inklusif
Pemerintah Resmi Beri Insentif PPN 100 Persen untuk Mobil Listrik Mulai Juni 2026
Mendagri Tito Karnavian Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila, Prabowo Tegaskan Pancasila Fondasi Pemersatu Bangsa