Pemerintah Siapkan Posko Pengungsian di Lapangan Jusuf Hamka untuk Korban Kebakaran Kemayoran

- Senin, 01 Juni 2026 | 21:00 WIB
Pemerintah Siapkan Posko Pengungsian di Lapangan Jusuf Hamka untuk Korban Kebakaran Kemayoran
PARADAPOS.COM - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri telah menyiapkan lokasi pengungsian di Lapangan Jusuf Hamka, Jalan Benyamin Suaeb, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, sebagai pusat pendataan dan koordinasi bantuan bagi korban kebakaran yang terjadi Senin malam, 1 Juni 2026. Kebakaran melanda kawasan padat penduduk di Kampung Pasar Haji Ung, tepatnya di Jalan Kemayoran Gempol, sekitar pukul 20.55 WIB. Langkah ini diambil agar proses evakuasi dan distribusi bantuan berjalan lebih efektif, sekaligus memberikan tempat istirahat yang layak bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

Fasilitas dan Logistik di Lokasi Pengungsian

Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal ZA, menyatakan bahwa fasilitas pengungsian telah disiapkan dengan dukungan dari berbagai instansi. Ia menekankan pentingnya tempat penampungan sementara agar warga tidak berdesakan di pinggir jalan. "Tempat pengungsian sementara disiapkan agar warga tidak berkumpul di jalan dan bisa beristirahat, beserta dengan logistik yang disiapkan BPBD bekerja sama dengan Dinas Sosial, PMI, dan Baznas," jelas Safrizal. Di lapangan, terlihat tiga tenda telah didirikan oleh Dinas Sosial DKI Jakarta. Selain itu, sejumlah mobil logistik dari PMI dan BPBD juga sudah tiba di lokasi untuk memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi. Suasana di sekitar tenda tampak sibuk namun terorganisir, dengan petugas dari berbagai lembaga berkoordinasi mendata warga yang datang silih berganti.

Pendataan Warga Terdampak dan Kebutuhan Pendidikan

Saat ini, proses pendataan tengah berlangsung secara bertahap. Petugas mencatat warga terdampak yang berasal dari dua Rukun Warga, yakni RW 04 yang meliputi lima RT (RT 12, 13, 14, 15, dan 16) serta RW 05 yang mencakup tiga RT (RT 01, 02, dan 03). Data yang dikumpulkan tidak hanya mencakup jumlah jiwa, tetapi juga informasi detail seperti usia sekolah anak-anak. Safrizal menjelaskan bahwa data usia sekolah ini penting untuk memastikan proses belajar anak-anak tidak terganggu meskipun dalam situasi darurat. Pemerintah ingin agar hak pendidikan tetap terpenuhi, baik melalui penyesuaian jadwal belajar maupun dukungan perlengkapan sekolah.

Rencana Jangka Panjang dan Opsi Relokasi

Setelah situasi darurat mereda, pemerintah tidak hanya berhenti pada penanganan sementara. Safrizal mengungkapkan bahwa inventarisasi bangunan akan segera dilakukan untuk menilai kerusakan dan merencanakan langkah selanjutnya. "Nanti setelah semua kedaruratan ini selesai baru kita diskusikan seperti apa proses bagi warga masyarakat termasuk kemungkinan-kemungkinan kalau masyarakat ingin relokasi di tempat hunian yang lebih aman," imbuh Safrizal. Pernyataan ini memberikan secercah harapan bagi warga yang rumahnya ludes terbakar. Opsi relokasi ke hunian yang lebih aman menjadi salah satu skenario yang akan dibahas, mengingat kawasan Kebon Kosong dikenal sebagai permukiman padat dengan risiko kebakaran tinggi. Pemerintah berkomitmen untuk tidak hanya memulihkan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup warga ke depannya.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler