PARADAPOS.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumumkan dua kebijakan utama untuk menyambut Ramadan dan Idulfitri 2026: layanan transportasi publik gratis di hari raya dan program mudik gratis berskala besar bagi warga yang ingin pulang ke kampung halaman. Kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga kelancaran mobilitas selama periode arus balik dan mudik Lebaran mendatang.
Transportasi Umum Gratis Saat Idulfitri
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi menegaskan komitmennya untuk menggratiskan seluruh transportasi umum di Jakarta pada hari raya Idulfitri 2026. Kebijakan ini tidak hanya berlaku untuk warga ibu kota, tetapi juga menjangkau para pemudik yang berada di Jakarta selama perayaan. Langkah ini ditempuh sebagai bentuk konkret pemerintah daerah dalam memfasilitasi mobilitas dan menciptakan kenyamanan beribadah.
Pernyataan tersebut disampaikan Pramono Anung saat membuka Kick Off Jakarta Ramadan Festival, Jumat, 27 Februari 2026. Ia menekankan bahwa kebijakan pemberian fasilitas gratis merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah.
“Kami akan berikan. Apakah transportasi yang gratis itu juga berlaku bagi pemudik pada saat mereka akan memanfaatkan Idulfitri? Kami akan berikan,” tegasnya.
Program Mudik Gratis Tetap Berjalan
Meskipun festival tahun ini mengusung tema "Mudik ke Jakarta" untuk mendorong kunjungan ke ibu kota, Pemprov DKI memastikan tidak mengabaikan hak warga yang ingin merayakan Lebaran di daerah asal. Program mudik gratis tetap dijalankan dengan skala yang cukup signifikan, menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kedua sisi kebutuhan masyarakat.
Untuk mendukung program tersebut, disiapkan armada sebanyak 690 bus yang diperkirakan dapat mengangkut sekitar 26.500 pemudik ke berbagai tujuan. Persiapan logistik yang matang ini dimaksudkan agar masyarakat memiliki kepastian dan dapat merencanakan perjalanan dengan lebih tenang.
“Walaupun Jakarta mengambil tema utamanya adalah ‘Mudik ke Jakarta’, kami tetap memudikkan siapa pun yang ingin mudik berlebaran di kampung halamannya masing-masing,” ungkap Gubernur.
Dampak dan Harapan Kebijakan
Dengan menggabungkan dua kebijakan strategis ini—transportasi dalam kota gratis dan mudik gratis antardaerah—Pemprov DKI berupaya menciptakan keseimbangan. Di satu sisi, kebijakan ini bertujuan mengurai potensi kepadatan lalu lintas dan menjaga mobilitas tetap terkendali. Di sisi lain, langkah ini diharapkan dapat memberikan stimulus positif bagi perputaran ekonomi lokal sekaligus menjaga tradisi silaturahmi masyarakat di momen penting keagamaan ini. Implementasi yang tepat nantinya akan menjadi kunci utama dalam mewujudkan tujuan tersebut.
Artikel Terkait
Polda Bali Terbitkan Red Notice Interpol untuk 6 WNA Tersangka Penculikan Warga Ukraina
Peruri Raih Dua Penghargaan Bergengsi di Ajang Digital Day 2026
Pelajar SMP Tewas Usai Ikut Perang Sarung di Grobogan
KPK Tetapkan Pejabat Bea Cukai Budiman Bayu Prasojo sebagai Tersangka Baru Kasus Suap Impor