Menteri Pertahanan AS Peringatkan Lawan dengan Sorotan Operasi di Venezuela

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 06:00 WIB
Menteri Pertahanan AS Peringatkan Lawan dengan Sorotan Operasi di Venezuela

PARADAPOS.COM - Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, menegaskan kembali posisi kekuatan militer negaranya dengan peringatan keras kepada pihak mana pun yang berani menantang Washington. Peringatan itu disampaikan dalam tur nasional "Arsenal of Freedom" di Arkansas, Jumat (27/2), di mana ia juga memaparkan sejumlah operasi militer terbaru sebagai bukti kapabilitas dan keunggulan tempur AS. Pernyataan ini menegaskan doktrin pencegahan melalui kekuatan mutlak di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.

Doktrin Pencegahan Melalui Kekuatan

Dalam pidatonya, Hegseth menekankan bahwa fondasi kebijakan pertahanan AS adalah membangun daya tangkal yang begitu besar sehingga membuat calon lawan berpikir ulang. Ia menggambarkan pendekatan ini sebagai suatu keharusan dalam dunia yang dinilainya penuh dengan tantangan.

"Tujuan utama kebijakan pertahanan adalah menciptakan pencegahan yang begitu kuat hingga calon lawan 'gemetar ketika berpikir untuk menantang kami'," tegas Hegseth di hadapan audiens.

Ia melanjutkan dengan filosofi yang mendasari pandangan tersebut. "Alangkah baiknya jika kita hidup di dunia di mana bersikap baik bisa membawa perdamaian. Namun, itu bukan dunia tempat kita hidup, melainkan dunia yang telah jatuh, di mana orang-orang kuat harus tetap kuat untuk mempertahankan hal-hal yang mereka cintai," paparnya.

Panggilan untuk Industri Pertahanan dan Kritik terhadap Masa Lalu

Menteri Pertahanan itu juga menyoroti urgensi modernisasi dan dukungan bagi industri pertahanan domestik. Hegseth menyampaikan permintaan yang tegas dan mendesak kepada para industrialis di tanah air.

"Kami mengirimkan sinyal permintaan yang jelas dan berkelanjutan kepada industri Amerika. Kami menginginkan yang terbaik, dan kami membutuhkannya sejak kemarin. Era kelemahan dan era 'wokeness (kesadaran sosial)' sudah berakhir," tuturnya.

Tidak lupa, Hegseth menyelipkan kritik terhadap kebijakan administrasi sebelumnya yang dianggapnya merugikan posisi AS. Ia menyebut beberapa momen yang menurutnya menunjukkan kelemahan.

"Sayangnya, dunia telah melihat sisi lain dari apa yang dilakukan AS melalui penarikan diri yang buruk dari Afghanistan, perang di Ukraina yang sebenarnya bisa dicegah dan tidak akan pernah dimulai di bawah Presiden Trump, serta krisis perbatasan selatan, masa-masa itu berakhir pada hari pertama pemerintahan Trump," jelasnya.

Operasi Absolute Resolve sebagai Bukti Kekuatan

Sebagai contoh konkret dari kemampuan pencegahan AS, Hegseth merinci kesuksesan Operasi Absolute Resolve di Venezuela. Ia menggambarkan operasi itu dengan presisi militer yang tinggi, di mana serangan pendahuluan menciptakan kondisi ideal bagi pasukan khusus.

Menurut penjelasannya, tiga menit sebelum pasukan tiba di lokasi, sebanyak 44 rudal telah menghantam sasaran-sasaran strategis yang berbeda di kawasan Karibia secara serentak. Semua rudal itu diatur waktunya untuk mendarat tepat pada saat yang dibutuhkan, melumpuhkan pertahanan musuh sebelum kontak langsung terjadi.

Berdasarkan keberhasilan operasi tersebut, Hegseth kembali mengulangi peringatannya dengan nada penuh keyakinan. "Jika Anda menantang Amerika Serikat, Anda akan membayar harga yang mahal," tegasnya. "Maduro mempelajarinya bulan lalu," tambah Hegseth, merujuk pada Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Latar Belakang dan Tujuan Operasi

Operasi Absolute Resolve sendiri dilancarkan Washington pada 3 Januari dengan tujuan menangkap dan membawa Nicolas Maduro serta istrinya, Cilia Flores, ke tahanan AS. Operasi tersebut melibatkan serangan udara besar-besaran terhadap target di Venezuela utara, termasuk sistem pertahanan udara dan infrastruktur komunikasi, sementara tim operasi khusus bergerak masuk ke Caracas.

Pemerintahan Trump mendeskripsikan operasi ini sebagai penegakan kembali Doktrin Monroe—yang menegaskan Amerika sebagai wilayah bebas pengaruh Eropa—serta sebagai tindakan hukum terhadap dugaan perdagangan narkoba dan korupsi. Secara eksplisit, operasi itu juga dikaitkan dengan pengamanan akses dan pengaruh atas cadangan minyak Venezuela yang sangat besar, menambahkan dimensi geopolitik dan ekonomi dalam aksi militer tersebut.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar