AAJI Salurkan Bantuan Rp734 Juta untuk Korban Bencana Sumatra Melalui Program ISR

- Senin, 02 Maret 2026 | 04:25 WIB
AAJI Salurkan Bantuan Rp734 Juta untuk Korban Bencana Sumatra Melalui Program ISR

PARADAPOS.COM - Industri asuransi jiwa kembali menunjukkan perannya di luar ranah bisnis murni dengan turut serta dalam kegiatan edukasi dan sosial di kalangan mahasiswa. Komitmen ini diwujudkan melalui partisipasi aktif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dalam acara Kick Andy Goes to Campus di Auditorium Binus University, Alam Sutera, Tangerang, Kamis, 26 Februari 2026. Forum tersebut tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga momentum penyaluran bantuan sosial senilai ratusan juta rupiah untuk korban bencana di Sumatra, hasil kolaborasi 15 perusahaan anggota.

Lebih Dari Sekedar Kehadiran Seremonial

Keikutsertaan asosiasi dalam gelaran kampus ini digarisbawahi sebagai bagian dari agenda strategis yang terencana. Direktur Eksekutif AAJI, Emira E. Oepangat, menegaskan bahwa kegiatan semacam ini merupakan perwujudan nyata dari dua program utama: Industry Social Responsibility (ISR) dan pemberian beasiswa.

“Wah, hari ini seru banget. Kita berkesempatan kerja sama dengan BINUS Alam Sutera dan tim Kick Andy. Ada dua program sebetulnya dari AAJI yang kita lakukan hari ini. Satu adalah Industry Social Responsibility, yang satu lagi adalah pemberian beasiswa Harry Diah kepada mahasiswa dari BINUS Alam Sutra,” tutur Emira usai acara.

Dalam pandangannya, kolaborasi lintas kampus dan industri ini penting untuk membangun pemahaman yang lebih menyeluruh di kalangan generasi muda. Ia melihat ruang diskusi di kampus sebagai tempat yang ideal untuk menyampaikan bahwa asuransi bukan sekadar produk, melainkan bagian dari manajemen risiko dan kehidupan sosial yang bertanggung jawab.

Kontribusi Nyata untuk Pemulihan Bencana

Aspek konkret dari program ISR ini dijelaskan lebih lanjut oleh Kepala Departemen Edukasi dan Literasi AAJI, Cicilia Nina. Ia mengungkapkan bahwa sebanyak 15 perusahaan anggota secara langsung turun tangan mengumpulkan dana.

“Ada 15 perusahaan asuransi yang langsung turun tangan dan berkolaborasi. Mereka berkontribusi, kemudian berbagi, dan terkumpulah dana sebesar Rp734.850.000,” jelas Nina.

Dana yang tidak sedikit itu kemudian dialokasikan untuk membantu pemulihan masyarakat di tiga wilayah yang terdampak bencana: Agam di Sumatra Barat, Tapanuli Selatan di Sumatra Utara, dan Bener Meriah di Aceh. Nina menyadari sepenuhnya bahwa bantuan ini mungkin tidak menyelesaikan semua masalah, namun ia menekankan nilai simbolis dan dampak langsungnya.

“Artinya adalah dengan bantuan ini memang tidak menjawab semua permasalahan, tapi setidaknya AAJI dengan 15 perusahaan asuransi yang mewakili kita semua untuk benar-benar menyentuh itu, dan pengen itu juga bisa berdampak terhadap kepedulian dan langsung memberikan dampak positif yang bisa langsung dipakai untuk keseharian pasca bencana,” ungkapnya.

Menyemai Nilai Kepedulian dan Literasi Keuangan

Melalui engagement di kampus seperti ini, AAJI berharap dapat menjangkau calon-calon pemimpin masa depan. Pesan yang ingin disampaikan bersifat dua arah: di satu sisi tentang pentingnya perencanaan keuangan dan manajemen risiko melalui asuransi, dan di sisi lain tentang tanggung jawab sosial korporasi yang kolektif.

Inisiatif ini mencerminkan pergeseran dalam industri, di mana kontribusi terhadap masyarakat dan edukasi publik mulai ditempatkan sejajar dengan tujuan bisnis. Dengan mendekatkan diri ke lingkungan akademik, industri asuransi jiwa berupaya membangun fondasi pemahaman yang lebih kuat sekaligus menunjukkan wajahnya yang humanis dan peduli.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar