Pengendara Motor Nekat Lawan Arah di Jalan Raya Bekasi, Warga: Sudah Jadi Kebiasaan

- Senin, 02 Maret 2026 | 05:00 WIB
Pengendara Motor Nekat Lawan Arah di Jalan Raya Bekasi, Warga: Sudah Jadi Kebiasaan

PARADAPOS.COM - Sejumlah pengendara sepeda motor terpantau nekat melawan arus di Jalan Raya Bekasi, Jakarta Timur, pada Senin (2/3/2026) pagi. Aksi berbahaya ini terjadi di tengah padatnya lalu lintas kendaraan besar, menimbulkan risiko kecelakaan yang serius bagi pelaku dan pengguna jalan lainnya. Kejadian serupa disebutkan warga setempat kerap berulang, terutama saat jam sibuk menuju pusat kota.

Potret Bahaya di Tengah Lalu Lintas Padat

Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 10.40 WIB, aksi melawan arus dari arah Bekasi menuju Pulogadung tetap berlangsung meski di jalur yang sama dilintasi truk-truk berukuran besar. Situasi ini menciptakan pemandangan yang mencemaskan, di mana keselamatan seolah dipertaruhkan untuk menghemat waktu. Sementara itu, arus kendaraan dari arah berlawanan, yaitu Pulogadung menuju Bekasi, justru terpantau lebih lancar.

Kondisi tersebut semakin menggarisbawahi ketimpangan lalu lintas yang kerap memicu pelanggaran. Kemacetan di satu sisi seolah menjadi pembenaran bagi sebagian oknum untuk mengambil jalan pintas yang penuh risiko.

Kesaksian Warga: Kebiasaan Berbahaya yang Terus Berulang

Warga yang tinggal di sekitar lokasi mengonfirmasi bahwa pelanggaran ini bukanlah insiden tunggal. Ali (59), salah seorang warga, menyatakan bahwa aksi serupa sudah menjadi pemandangan rutin, khususnya pada pagi hari ketika orang-orang berangkat kerja.

"Lawan arah itu biasanya pagi pas mau kerja, dari dulu pasti (lawan arah) kalau dilihat banyak truk gede sih bahaya banget buat pengendara," tuturnya di Jalan Raya Cakung.

Pengalaman Ali di lapangan bahkan kerap bersinggungan dengan dampak langsung dari kebiasaan buruk ini. Ia mengaku tidak jarang menyaksikan kecelakaan yang melibatkan pengendara lawan arus.

"Kecelakaan, pernah saya lihat itu tapi anehnya lebih galak yang salah, makanya saya pisahin aja biar jangan di tengah jalan ribut, sering juga saya bantu orang yang jatuh," ungkapnya.

Pola Pelanggaran dan Pengawasan yang Terbatas

Pendapat serupa diungkapkan oleh Tuti (45), seorang pedagang di kawasan tersebut. Ia melihat pola yang jelas, di mana aksi melawan arus meningkat seiring dengan kepadatan kendaraan dari Bekasi menuju Pulogadung pada pagi hari. Menurut pengamatannya, intensitas pelanggaran akan berkurang dengan sendirinya setelah lewat waktu pagi.

"Kalau pagi, kalau siangan sudah jarang, itu lawan arah juga kalau macet yang dari arah Bekasi ke Pulogadung," jelas Tuti.

Namun, yang lebih memprihatinkan adalah pola menghindar dari pengawasan. Tuti menambahkan bahwa meski petugas terkadang berjaga, para pelaku kerap mencari celah saat pengawasan lengah.

"Petugas kadang ada kok, tapi ya pas petugas dishub atau polisi enggak ada ya lawan arus lagi, kalau siang biasanya sedikit," lanjutnya.

Pernyataan ini mengindikasikan bahwa penegakan hukum di spot rawan tersebut belum konsisten dan bersifat reaktif, sehingga belum cukup efektif untuk menimbulkan efek jera. Fenomena 'kucing-kucingan' antara pelanggar dan petugas justru memperpanjang siklus perilaku berisiko yang membahayakan banyak pihak.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar