PARADAPOS.COM - Masjid Istiqlal, masjid terbesar di Asia Tenggara, memasuki usia ke-48 dengan sejumlah rencana pembaruan fisik dan peningkatan layanan. Dalam peringatan ulang tahunnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar yang juga Imam Besar Istiqlal mengungkapkan berbagai proyek penataan yang bertujuan mempercantik kawasan dan fasilitas masjid, sekaligus memperkuat perannya sebagai simbol pemersatu bangsa.
Transformasi Visual dan Lingkungan
Sejumlah pembenahan sedang dipersiapkan untuk menyambut masa depan Istiqlal. Proses tender untuk pembaruan kubah besar tengah berlangsung, dengan tujuan menciptakan ornamen visual dinamis yang terutama akan terlihat pada malam hari.
Menag Nasaruddin Umar menjelaskan, "Nanti dilihat dari jauh akan ada ornamen-ornamen yang bisa berubah-ubah. Istiqlal akan menyala dan bukan hanya untuk Ramadhan saja, tetapi seterusnya sebagai simbol kebanggaan bangsa Indonesia dan DKI Jakarta."
Tak hanya kubah, lingkungan sekitar masjid juga mendapat perhatian. Sungai yang mengelilingi kawasan akan dipercantik dan rencananya diisi dengan ikan hias. Pagar sisi barat juga akan dipindahkan ke seberang sungai, menciptakan kesan bahwa masjid berdiri di sebuah pulau kecil yang dikelilingi aliran air.
Fasilitas Baru untuk Kemudahan Jamaah
Untuk mendukung aktivitas jamaah dan masyarakat luas, Istiqlal akan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas baru. Aula serbaguna yang dilengkapi area parkir bawah tanah dan dua lift menuju ruang utama sedang dalam rancangan. Fasilitas ini diharapkan dapat mengakomodasi berbagai acara, termasuk akad nikah dan resepsi pernikahan.
Aksesibilitas juga menjadi fokus. Dua jembatan baru akan dibangun di sisi selatan dan utara masjid. Pembangunan ini tidak hanya memudahkan jamaah, tetapi juga memberikan ruang yang aman bagi warga yang biasa berolahraga pagi untuk mengelilingi kawasan tanpa harus berbagi dengan lalu lintas jalan raya.
Lebih dari Sekadar Tempat Ibadah
Di balik pembangunan fisik, Menag Nasaruddin menegaskan posisi Istiqlal sebagai wahana pemersatu umat dan melting pot budaya Indonesia. Ia mencontohkan kolaborasi lintas budaya, termasuk partisipasi komunitas Tionghoa dalam menyemarakkan bulan Ramadhan, sebagai bukti nyata dari peran tersebut.
Layanan masyarakat yang disediakan pun beragam, mencakup konsultasi keagamaan gratis mengenai zakat dan persoalan keislaman lainnya yang dipimpin oleh ahli lulusan Universitas Al-Azhar. Layanan konseling keluarga dengan melibatkan psikolog juga tersedia tanpa biaya.
Masjid ini juga aktif dalam bidang pendidikan, dengan membuka kursus berbagai bahasa asing seperti Inggris, Prancis, Mandarin, Arab, hingga Aramaic, serta pelatihan keterampilan bagi jamaah.
Menjaga Warisan Bersama
Dalam pernyataan penutupnya, Menag Nasaruddin Umar mengajak seluruh jamaah untuk turut serta dalam merawat warisan nasional ini. "Inilah yang nanti akan kita saksikan, Istiqlal semakin tua semakin cantik. Ini kabar gembira bagi kita semua," ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan, ketenangan, dan keindahan masjid, serta memakmurkannya dengan ibadah, khususnya pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Perayaan ulang tahun ke-48 tersebut ditutup dengan acara potong tumpeng dan buka puasa bersama, merefleksikan semangat kebersamaan yang ingin terus dikobarkan oleh masjid kebanggaan bangsa ini.
Artikel Terkait
Kementerian Pertanian Pastikan Pasokan Cabai Aman Jelang Ramadan dan Lebaran
Kejagung Ajukan Banding atas Putusan Kasus Korupsi Minyak Mentah
Mantan Sekjen Kemendikbudristek Ungkap Dicopot Beberapa Hari Setelah Nadiem Dilantik
Pemerintah Kaji Dampak Eskalasi Timur Tengah terhadap APBN 2026