PARADAPOS.COM - Ganda putra Indonesia, Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin, berhasil melangkah ke babak 16 besar All England Open 2026 setelah melewati pertarungan sengit tiga gim di Birmingham. Pasangan muda itu menumbangkan wakil Korea Selatan, Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju, dengan skor 17-21, 21-12, dan 21-19 dalam laga babak 32 besar yang digelar di Utilita Arena, Selasa (3/3/2026). Kemenangan ini mereka raih lewat permainan yang penuh perjuangan setelah sempat tertinggal di gim penentu.
Adaptasi dengan Kondisi Lapangan
Raymond mengakui bahwa awal pertandingan berjalan tidak mulus. Ia dan Joaquin butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan yang menurutnya berbeda, terutama terkait sirkulasi angin. Adaptasi itu akhirnya berbuah di gim kedua, di mana mereka mampu membalikkan keadaan dengan permainan yang lebih terkontrol.
“Di gim kedua kami sudah tahu harus bagaimana cara bermainnya dan berlanjut di gim ketiga yang sempat tertinggal lalu balik unggul. Di akhir mungkin kami sedikit hilang fokus dan lawan mengubah bola pertama dan keduanya jadi kami cukup keteteran,” jelas Raymond mengenai dinamika pertandingan.
Momen Krusial di Gim Penentu
Tekanan justru meningkat di gim ketiga. Raymond/Joaquin sempat tertinggal 8-11 saat interval, sebuah situasi genting yang nyaris mengarah pada kekalahan. Namun, momen itu justru menjadi titik balik. Dengan komitmen untuk bermain point by point, mereka berhasil meraih serangkaian poin beruntun untuk membalikkan kedudukan.
Nikolaus Joaquin mengungkapkan strategi di titik kritis tersebut. “Setelah tertinggal 8-11 di interval gim ketiga, kami coba lebih meyakinkan diri bahwa kami belum kalah jadi fokusnya bagaimana bisa dapat satu poin demi satu poin dan akhirnya bisa ambil 7-8 poin beruntun. Di poin 19-19 coba spekulasi dengan flick servis, nekat saja dan Puji Tuhan berhasil,” tuturnya.
Atmosfer Turnamen Legendaris
Di luar strategi teknis, kedua pebulutangkis ini juga menyoroti pengalaman bermain di salah satu turnamen tertua dan paling bergengsi di dunia. Raymond menilai atmosfer All England terasa sangat istimewa, bahkan dari detail seperti warna karpet lapangan yang turut mempengaruhi persepsi permainan.
“Atmosfer All England memang berbeda dengan turnamen lainnya, warna karpetnya juga abu-abu jadi terasa sangat berbeda,” ujarnya.
Perasaan serupa diungkapkan Joaquin, yang mengaku terkesan dengan kemegahan ajang tersebut. “Sangat luar biasa bisa bermain di arena All England yang semegah ini,” ungkapnya.
Menanti Lawan di Babak Berikutnya
Dengan kemenangan ini, perjalanan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di All England 2026 berlanjut ke babak 16 besar. Mereka berpeluang besar untuk bertemu dengan rekan senegara, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, yang merupakan pasangan peringkat atas. Namun, pertemuan itu baru akan terjadi jika Fajar/Fikri terlebih dahulu mengatasi tantangan dari ganda Malaysia, Ong Yew Sin/Teo Ee Yi. Babak selanjutnya menjanjikan laga yang tak kalah menegangkan, baik itu berupa duel sesama anak bangsa atau menghadapi tantangan dari wakil negara lain.
Artikel Terkait
Negara-Negara Arab dan Barat Kecam Serangan Balasan Iran Pasca Tewasnya Khamenei
Trump Klaim Hancurkan Angkatan Laut dan Udara Iran, Ratusan Warga Mengungsi ke Pakistan
Hassan Wirajuda Apresiasi Dialog Strategis Prabowo dengan Tokoh Bangsa Bahas Tantangan Global
Prajurit TNI Diduga Aniaya Pengemudi Ojol di Tangerang Selatan Diamankan POM