PARADAPOS.COM - Libur Lebaran berubah menjadi tragedi di Air Terjun Watu Bobot, Jepara, Jawa Tengah. Dua remaja berusia 17 tahun, Ahmad Dani Azka dan Miftahul Khoir, tewas tenggelam setelah terseret arus bawah yang kuat pada Sabtu (28/3/2026). Insiden ini terjadi saat mereka berenang di kolam air terjun, di mana upaya menolong justru berakhir dengan korban ganda.
Kronologi Insiden yang Berawal dari Niat Menolong
Suasana liburan yang seharusnya menyenangkan berubah dalam sekejap. Menurut keterangan dari saksi mata, Ahmad Dani Azka adalah yang pertama menceburkan diri ke dalam kolam. Namun, arus bawah yang tersembunyi di kedalaman sekitar lima meter langsung menyedotnya. Melihat temannya terombang-ambing dan kesulitan, Miftahul Khoir tanpa pikir panjang segera terjun untuk memberikan bantuan.
Sayangnya, upaya heroik itu justru berakhir tragis. Kekuatan pusaran air di dasar air terjun ternyata jauh lebih besar dari perkiraan, dan Miftahul pun ikut terseret, tak mampu melawan arus yang menggulung.
Petugas BPBD Jepara, Dedi Irawan, yang turun langsung ke lokasi, mengonfirmasi kronologi tersebut. "Korban Ahmad Dani Azka sempat berusaha ditolong oleh rekannya, Miftahul Khoir. Namun karena kuatnya arus bawah di dasar air terjun, keduanya justru ikut tenggelam," jelasnya pada Minggu (29/3/2026).
Operasi Pencarian dan Evakuasi yang Menantang
Tim gabungan yang terdiri dari petugas BPBD, relawan, dan SAR segera bergerak melakukan penyisiran. Pencarian di perairan yang keruh dengan medan bebatuan yang licin membutuhkan kehati-hatian ekstra. Setelah upaya intensif, kedua remaja asal Desa Bawu itu akhirnya ditemukan dalam kondisi yang tak lagi bernyawa.
Proses evakuasi jasad dari dasar kolam berlangsung penuh tantangan. Tim harus bekerja sama dengan cermat di tengah guyuran air dan permukaan batu yang licin untuk membawa korban ke daratan. Kedua jenazah kemudian segera dibawa ke puskesmas terdekat untuk pemeriksaan medis lebih lanjut sebelum diserahkan kepada keluarga yang berduka.
Peringatan di Balik Keindahan Alam
Insiden memilukan ini kembali menyoroti bahaya tersembunyi di balik keindahan alam air terjun. Pihak berwenang setempat menekankan bahwa arus bawah atau pusaran air sering kali tak terlihat dari permukaan, terutama pasca hujan ketika debit air meningkat. Kekuatannya bisa sangat luar biasa dan mampu menyeret bahkan perenang yang cukup mahir sekalipun.
Imbauan keselamatan pun disampaikan kepada wisatawan. Penting untuk selalu mematuhi rambu peringatan, tidak berenang di area yang tidak ditentukan, dan sangat berhati-hati ketika curah hujan tinggi. Alam memang menawarkan pesona, namun mengenali risikonya adalah langkah pertama untuk mencegah musibah terulang.
Kini, kedua remaja tersebut telah dimakamkan di kampung halamannya, Desa Bawu, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar.
Artikel Terkait
Pasar Jaya Kerahkan 33 Truk Atasi Tumpukan Sampah 6.970 Ton di Kramat Jati
Pameran Boneka Internasional di St. Petersburg Pamerkan Ribuan Karya dari 300 Perajin
Film Dokumenter Ungkap Perjuangan Sanggar Miss Tjitjih Pertahankan Sandiwara Sunda di Jakarta
Swedia Vs Polandia: Duel Penentu Tiket Piala Dunia 2026 di Stockholm