PARADAPOS.COM - Sebanyak 500 anak yatim piatu, keluarga duafa, dan pekerja sosial dari 25 panti asuhan di Malang Raya merasakan kebersamaan dalam acara buka puasa bersama dan santunan, Sabtu (7/3/2026). Kegiatan yang digelar oleh Ikatan Alumni Universitas Widya Gama Malang (IKAWIGA) di Hall Widyagraha kampus tersebut menjadi wujud nyata kepedulian sosial di bulan Ramadan, menguatkan ikatan emosional antara alumni, institusi, dan masyarakat yang membutuhkan.
Momen Berbagi yang Dinantikan
Suasana hangat dan penuh tawa memenuhi ruangan sejak siang hari. Rangkaian acara yang berlangsung sejak pagi hingga sore itu bukan sekadar seremonial penyerahan bantuan. Lebih dari itu, acara ini dirancang sebagai ruang untuk berbagi kebahagiaan dan mengusir rasa kesepian. Para peserta terlihat antusias mengikuti tausiyah, doa bersama, dan hiburan yang diselenggarakan sebelum momen berbuka tiba.
Ketua Panitia, Devita Sari, menekankan bahwa aspek kebersamaan adalah inti dari kegiatan tahunan ini. "Setiap tahun, kami tidak sabar untuk menyelenggarakan acara ini. Bukan hanya tentang memberikan bantuan materiil, tapi lebih dari itu. Kami ingin mereka merasakan bahwa mereka tidak sendirian, bahwa ada banyak orang yang peduli dan mencintai mereka," ungkapnya.
Kolaborasi Sebagai Ujung Tombak Perubahan
Acara ini merupakan bagian dari program "Peduli Bakti Negeri" IKAWIGA, yang melibatkan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga keuangan dan tentu saja, almamater. Keberhasilan penyelenggaraan menunjukkan bagaimana jejaring yang solid dapat menciptakan dampak sosial yang signifikan.
Ketua Umum IKAWIGA, H. Moh. Supriyadi, melihat Ramadan sebagai momentum tepat untuk memupuk kepekaan sosial. "Kolaborasi antara alumni, lembaga keuangan, kampus, dan masyarakat ini membuktikan bahwa kita bisa bersama-sama menjadi ujung tombak perubahan baik bagi negeri," tegasnya.
Kampus Sebagai Rumah Kepedulian Sosial
Dukungan dari Universitas Widya Gama Malang tidak hanya berupa penyediaan tempat. Kehadiran Rektor dalam acara tersebut menegaskan posisi kampus tidak hanya sebagai pusat akademik, tetapi juga sebagai institusi yang hidup dan bernapaskan nilai-nilai kemanusiaan. Sambutannya yang hangat kepada para tamu menambah kemeriahan suasana.
Dalam kesempatan itu, Rektor menyampaikan apresiasi yang mendalam. "Kampus bukan hanya tempat untuk belajar ilmu pengetahuan, tapi juga rumah bagi semangat kepedulian sosial. Saat kita melihat anak-anak ini tersenyum, itu adalah hadiah terindah yang tidak bisa dibandingkan dengan apa pun. Terima kasih IKAWIGA dan semua pihak yang telah membuat momen berharga ini menjadi kenyataan," jelasnya.
Penutup dalam Keakraban
Puncak acara adalah buka puasa bersama. Suasana menjadi semakin akrab ketika ratusan peserta duduk bersama, menikmati hidangan berbuka sambil bercengkerama. Momen sederhana ini terasa sangat bermakna, mengukir kenangan indah di hati para penerima manfaat.
Dengan ditutupnya acara sore itu, harapan agar tradisi berbagi ini terus hidup dan berkembang semakin kuat. Inisiatif seperti ini tidak hanya memenuhi kebutuhan materiil sesaat, tetapi yang lebih penting, ia membangun fondasi empati dan mengingatkan semua pihak tentang kekuatan kolektif untuk meringankan beban sesama.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 3,9 Guncang Konawe, Dirasakan Skala III
Pakar Peringatkan Ancaman Atrofi Kognitif di Tengah Dominasi Kecerdasan Buatan
Chelsea Lolos Berkat VAR, Tekuk Wrexham 4-2 Setelah Drama Babak Perpanjangan
Tornado dan Badai Hantam Michigan Selatan, Tewaskan Empat Orang