Prabowo Berencana Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia, Menlu Sebut Ada Personel Asal RI di Grup Korea

- Rabu, 22 April 2026 | 09:25 WIB
Prabowo Berencana Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia, Menlu Sebut Ada Personel Asal RI di Grup Korea
PARADAPOS.COM - Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto berencana memperbanyak gelaran konser K-Pop di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan Sugiono dalam konferensi pers di Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Jakarta, pada Rabu (22/4). Langkah tersebut disebut sebagai respons terhadap antusiasme penggemar musik Korea di Tanah Air yang terus meningkat.

Pernyataan Menlu Soal Rencana Presiden

Sugiono menjelaskan bahwa ide ini muncul dari percakapan langsung dengan Presiden Prabowo. Ia menekankan bahwa perhatian khusus diberikan kepada komunitas penggemar K-Pop yang dinilai memiliki potensi besar. "Dan kemarin juga dalam sebuah percakapan disampaikan kepada, ini khusus untuk penggemar K-Pop, Bapak Presiden berencana untuk meningkatkan jumlah konser bagi para pecinta K-Pop," kata Sugiono dalam konferensi pers tersebut.

Fakta Baru soal Personel K-Pop Asal Indonesia

Dalam kesempatan yang sama, Sugiono mengaku baru mengetahui bahwa ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi anggota grup K-Pop di Korea Selatan. Ia menyampaikan hal ini dengan nada terus terang di hadapan para wartawan. "Karena ternyata ada juga, saya juga baru tahu Pak KSP, personel dari grup-grup di sana itu juga ada orang Indonesia yang menjadi personelnya. Forgive my ignorance, Bapak Ibu sekalian," ujarnya. Temuan ini, menurut Sugiono, menjadi salah satu alasan mengapa Presiden Prabowo ingin memperkuat hubungan budaya melalui industri musik.

Kunjungan ke Korea Selatan dan Jepang

Lebih lanjut, Sugiono mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo baru saja menyelesaikan kunjungan kerja ke Korea Selatan dan Jepang pada akhir Maret lalu. Dalam kunjungan tersebut, sejumlah kesepakatan dagang berhasil diraih. Sugiono mengungkapkan, kunjungan ke Jepang menghasilkan kesepakatan dagang sebesar 23,63 miliar Dolar AS. "Kemudian di Korea Selatan sebesar 10 miliar Dolar," tandasnya. Angka-angka ini menunjukkan bahwa hubungan bilateral Indonesia dengan kedua negara tidak hanya berfokus pada diplomasi budaya, tetapi juga pada kerja sama ekonomi yang konkret.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar