Sidang Konfirmasi Calon Ketua The Fed Warsh Dihadang Isu Independensi dan Keterkaitan Epstein

- Rabu, 22 April 2026 | 13:50 WIB
Sidang Konfirmasi Calon Ketua The Fed Warsh Dihadang Isu Independensi dan Keterkaitan Epstein

PARADAPOS.COM - Sidang konfirmasi calon Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, di Senat Amerika Serikat pada Selasa (21/4/2026) berlangsung tegang. Warsh, yang diusung Presiden Donald Trump, menghadapi tekanan keras dari senator-senator Partai Demokrat yang mempertanyakan independensinya dari Gedung Putih, keterkaitannya dengan pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein, serta rencana perubahan radikal yang ia janjikan untuk bank sentral AS tersebut.

Bantahan Keras Atas Tuduhan Sebagai "Boneka" Trump

Isu independensi menjadi sorotan paling tajam dalam sidang itu. Senator Elizabeth Warren, tokoh senior Demokrat di Komite Perbankan, secara terbuka menyuarakan kekhawatiran bahwa Warsh hanya akan menjadi perpanjangan tangan kepentingan politik Presiden Trump. Kekhawatiran ini muncul menyusul pernyataan Trump sendiri yang menyiratkan keselarasan agenda dengan Warsh, terutama dalam hal penurunan suku bunga.

Warren menegaskan bahwa posisi pimpinan The Fed bukanlah alat politik.

"Memiliki 'boneka' di pucuk pimpinan The Fed akan memberi presiden akses terhadap kewenangan besar bank sentral untuk memperkaya dirinya, keluarganya, dan rekan-rekannya di Wall Street," ungkapnya.

Menanggapi tuduhan itu, Warsh membalas dengan penegasan yang tak kalah keras. Mantan gubernur The Fed itu menolak mentah-mentah gambaran dirinya sebagai figur yang mudah dikendalikan. Ia menekankan komitmennya yang tak tergoyahkan pada prinsip independensi bank sentral, sebuah fondasi krusial bagi kredibilitas kebijakan moneter AS di mata dunia.

Pertanyaan Menggelitik Seputar Keterkaitan dengan Epstein

Tekanan terhadap Warsh tidak berhenti di situ. Senator Warren juga menyoroti portofolio keuangan pribadi Warsh yang sangat kompleks, senilai ratusan juta dolar AS, termasuk sebuah dana investasi bernilai minimal US$100 juta dengan aset dasar yang tidak transparan. Warren memanfaatkan ketidakjelasan ini untuk melontarkan pertanyaan yang provokatif.

"Apakah dana tersebut berinvestasi pada perusahaan yang berafiliasi dengan Presiden Trump atau keluarganya, perusahaan yang memfasilitasi pencucian uang, perusahaan yang dikendalikan China, atau kendaraan pembiayaan yang didirikan oleh Jeffrey Epstein?" tanyanya.

Warsh memilih untuk tidak menjawab pertanyaan spesifik tentang Epstein secara langsung. Sebagai gantinya, ia berjanji akan melepas seluruh kepemilikannya yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan jika nantinya dikonfirmasi. Meski namanya tercatat dalam beberapa dokumen terkait kasus Epstein, keberadaan nama tersebut tidak serta-merta membuktikan keterlibatan dalam pelanggaran hukum.

Penyangkalan atas Dugaan "Deal" Suku Bunga

Dinamika politik seputar suku bunga acuan The Fed juga menjadi bahan pemeriksaan. Senator Ruben Gallego mengutip laporan media yang menyebutkan bahwa Trump pernah menekan Warsh dalam sebuah pertemuan pribadi agar berkomitmen menurunkan biaya pinjaman. Warsh dengan tegas membantah adanya kesepakatan terselubung semacam itu.

"Presiden tidak pernah sekalipun meminta saya untuk berkomitmen pada keputusan suku bunga tertentu, titik, dan saya juga tidak akan pernah setuju untuk melakukannya jika ia meminta, tetapi hal itu tidak pernah terjadi," tegasnya.

Pernyataan penyangkalan ini kontras dengan komentar Trump sendiri dalam sebuah wawancara terpisah, di mana ia mengaku akan "kecewa" jika Warsh nantinya tidak segera memangkas suku bunga. Tarik ulur ini menggarisbawahi tekanan politik luar biasa yang selalu mengitari keputusan moneter The Fed.

Dukungan dari Kubu Republik yang Tidak Bulat

Meski dukungan umumnya terpolarisasi berdasarkan garis partai, terdapat satu suara kritis dari kalangan Republik sendiri. Senator Thom Tillis menyatakan bahwa meski mendukung pencalonan Warsh dan mengakui kredensialnya, ia akan menahan suara dukungannya hingga penyelidikan internal terhadap Ketua The Fed petahana, Jerome Powell, diselesaikan. Penyidikan itu terkait pembengkakan biaya renovasi gedung Federal Reserve yang oleh Tillis disebut "disayangkan" namun "sah".

Sikap Tillis ini berpotensi memperpanjang masa transisi. Powell sendiri telah menyatakan kesediaannya untuk tetap menjabat sementara jika proses konfirmasi Warsh tertunda hingga masa jabatannya berakhir pada pertengahan Mei.

Janji Perubahan Besar-Besaran di Tubuh The Fed

Di tengah berbagai kontroversi, Warsh menyampaikan visinya untuk melakukan transformasi mendalam di The Fed. Dalam pernyataan pembukaannya, ia mengkritik keras praktik "forward guidance" atau panduan kebijakan ke depan yang selama ini menjadi alat komunikasi utama bank sentral, menyebutnya "tidak membantu". Ia menginginkan rapat-rapat pembuat kebijakan yang lebih dinamis, tanpa mengandalkan "naskah yang sudah disiapkan".

Lebih jauh, Warsh menjanjikan "kerangka inflasi baru" yang mengisyaratkan kemungkinan pergeseran dari indikator inflasi andalan The Fed saat ini. Namun, janji perubahan radikal ini justru menuai pertanyaan lanjutan. Para pengamat kebijakan moneter mencatat bahwa Warsh belum memberikan rincian operasional yang jelas tentang bagaimana ia akan mengimplementasikan perubahan-perubahan konseptual tersebut dalam praktiknya, menambah lapisan ketidakpastian pada proses konfirmasi yang sudah sarat ketegangan ini.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar