PARADAPOS.COM - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat lebih dari 1.500 barang tertinggal oleh penumpang dalam tiga bulan pertama tahun 2026, dengan perkiraan nilai total mencapai Rp1,6 miliar. Data ini mengungkap tren kelalaian yang terus terjadi meski operator kereta telah menyediakan sistem penanganan khusus. Pihak KAI pun mengimbau para pelanggan untuk lebih waspada terhadap barang bawaan pribadi selama perjalanan.
Rincian Barang Temuan dan Upaya Pengembalian
Berdasarkan catatan periode Januari hingga Maret 2026, terdapat 1.516 item barang yang ditinggalkan penumpang di kereta atau stasiun. Barang-barang tersebut terdiri dari 433 barang berharga, 977 barang umum, dan 106 item makanan. Dari jumlah keseluruhan, sebanyak 914 item telah berhasil dikembalikan kepada pemiliknya yang sah.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa proses penanganan masih berlangsung untuk ratusan barang lainnya.
“Pelanggan yang kehilangan barang diimbau untuk segera melapor kepada kondektur, petugas Polsuska, atau melalui Contact Center KAI 121 agar dapat segera ditindaklanjuti,” tuturnya pada Rabu (22/4/2026).
Mekanisme Layanan dan Batas Waktu Penyelamatan
Layanan Lost and Found yang dioperasikan KAI dirancang untuk memudahkan penumpang. Setiap barang temuan didata, diberi label, dan dimasukkan ke dalam sistem terintegrasi secara nasional. Namun, pihak perusahaan secara tegas menyatakan bahwa tanggung jawab utama atas barang bawaan tetap berada di pundak penumpang.
Franoto memberikan penekanan khusus mengenai hal ini.
“Kami mengimbau seluruh pelanggan untuk selalu menjaga dan memastikan barang bawaannya. Layanan Lost and Found merupakan bentuk komitmen pelayanan KAI, namun tanggung jawab utama tetap berada pada masing-masing pelanggan,” tegasnya.
Barang yang ditemukan dapat diambil di beberapa stasiun utama seperti Gambir, Pasar Senen, dan Bekasi dengan menunjukkan identitas serta bukti kepemilikan. Untuk barang jenis makanan, kebijakan penyimpanannya sangat ketat. Makanan yang tidak diambil dalam waktu 1x24 jam akan dimusnahkan, seperti yang telah terjadi pada 11 item dalam laporan triwulan ini.
Tren Meningkat dalam Dua Tahun Terakhir
Data historis dari KAI Daop 1 Jakarta menunjukkan peningkatan jumlah barang tertinggal yang cukup signifikan. Pada tahun 2024, tercatat 2.864 barang, angka ini melonjak menjadi 3.888 barang di tahun 2025. Sampai dengan Maret 2026, angkanya telah mencapai 1.516 barang. Dari sisi nilai, tren serupa juga terlihat dengan total barang temuan senilai Rp4,43 miliar (2024) dan Rp5,69 miliar (2025).
Meski jumlahnya meningkat, tingkat keberhasilan pengembalian barang tetap terjaga di angka yang tinggi, yaitu di atas 90% pada dua tahun sebelumnya. Angka untuk 2026 saat ini berada di 61,02%, yang menurut pihak KAI disebabkan oleh masih banyaknya barang yang dalam proses identifikasi dan klaim.
Imbauan Keselamatan dan Kenyamanan Perjalanan
Menyikapi fenomena ini, Franoto kembali menyampaikan imbauan praktis kepada para penumpang. Kecerobohan sering terjadi pada momen transisi, seperti saat naik, turun, atau akan meninggalkan tempat duduk.
“Kami kembali mengingatkan pelanggan untuk lebih teliti, terutama saat naik dan turun kereta, serta sebelum meninggalkan tempat duduk, agar tidak ada barang yang tertinggal,” tambahnya.
Di sisi lain, KAI juga mengingatkan ketentuan bagasi yang berlaku. Setiap penumpang diperbolehkan membawa bagasi maksimal 20 kilogram dengan dimensi tertentu. Kelebihan bagasi akan dikenakan tarif tambahan. Komitmen untuk mengoptimalkan layanan, termasuk Lost and Found, terus ditegaskan sebagai bagian dari upaya menciptakan rasa aman dan nyaman.
“Sebagai bagian dari komitmen pelayanan, KAI akan terus meningkatkan kualitas layanan, termasuk dalam membantu pelanggan menemukan kembali barang yang tertinggal,” tandas Franoto.
Artikel Terkait
Pemerintah Fokuskan Layanan Haji 2026 pada Keselamatan Jemaah Lansia dan Rentan
BRI Dorong Ketahanan Pangan Perkotaan Lewat Program BRInita
Pakar Ungkap Penyebab Sepinya Tol Manado-Bitung: Kegagalan Sinkronisasi Kawasan Ekonomi
Laba Bersih Bank Aladin Syariah Anjlok 30% di Kuartal I 2026 Akibat Beban Bagi Hasil Melonjak