PARADAPOS.COM - Polda Metro Jaya telah menahan dokter Richard Lee terkait kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen di bidang produk dan perawatan kecantikan. Penahanan ini dilakukan setelah upaya praperadilan yang diajukan tersangka ditolak oleh pengadilan. Polisi menegaskan bahwa seluruh proses hukum dan hak tersangka telah dipenuhi.
Jalannya Proses Hukum
Gelombang kasus ini bermula dari sebuah laporan yang masuk ke SPKT Polda Metro Jaya pada awal Desember 2024. Berdasarkan laporan tersebut, Richard Lee resmi ditetapkan sebagai tersangka dua pekan kemudian. Menyikapi penetapan itu, di awal Januari 2026, pengacara Lee mengajukan permohonan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, sebuah langkah hukum yang kerap ditempuh untuk menguji sah tidaknya suatu penetapan tersangka.
Namun, upaya tersebut tidak berhasil. Hakim tunggal Esthar Oktavi memutuskan menolak permohonan praperadilan tersebut.
"Menolak permohonan praperadilan Pemohon. Membebankan biaya perkara kepada negara yang besarnya nihil," ucap hakim ketua Esthar Oktavi dalam putusannya.
Alasan Penahanan dan Pemeriksaan
Setelah putusan praperadilan berkekuatan hukum tetap, penyidik kemudian melakukan penahanan. Langkah ini, menurut penjelasan resmi polisi, diambil karena tersangka dinilai berpotensi menghambat kelancaran proses penyidikan kasus yang melibatkan konsumen ini.
"Terhadap tersangka DRL dilakukan penahanan pada pukul 21.50 WIB di Rutan Polda Metro Jaya," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, dalam keterangan pers pada Jumat (6/3/2026).
Sebelum dibawa ke rutan, Richard Lee menjalani pemeriksaan intensif selama empat jam pada hari yang sama. Dalam sesi itu, penyidik mengajukan puluhan pertanyaan untuk mengungkap kasus ini. Sebagai prosedur standar, kondisi kesehatannya juga diperiksa secara menyeluruh.
"Sebelum melaksanakan penahanan, tersangka dilakukan pengecekan kesehatan oleh Biddokes Polda Metro Jaya meliputi pengecekan tensi, saturasi, dan suhu tubuh dengan hasil normal dan dapat melakukan aktivitas seperti biasa," tutur Budi Hermanto.
Dengan ditahannya Richard Lee, proses hukum kini memasuki tahap yang lebih lanjut. Kasus ini menyoroti pentingnya standar keamanan dan perlindungan hukum bagi konsumen dalam industri kesehatan dan kecantikan, yang terus diawasi ketat oleh aparat penegak hukum.
Artikel Terkait
Suami Siri Ditangkap Usai Mayat Istri Ditemukan Tinggal Tulang di Depok
Prabowo Bantu Quraish Shihab Turun Panggung, Ulama Panjatkan Doa Khusus untuk Presiden
Biaya Perang AS-Israel Lawan Iran Dikabarkan Capai 2 Miliar Dolar per Hari, CBO Diminta Analisis
Xpeng Indonesia Buka Dealer 3S Baru di Pluit, Dukung Ekspansi Pasar