Keterbatasan Singapura Dorong Pergeseran Pusat Data ke Indonesia, Dinilai Makin Strategis sebagai Hub Regional

- Jumat, 24 April 2026 | 04:00 WIB
Keterbatasan Singapura Dorong Pergeseran Pusat Data ke Indonesia, Dinilai Makin Strategis sebagai Hub Regional
PARADAPOS.COM - Jakarta, Indonesia dinilai semakin strategis sebagai calon pusat data center di Asia Tenggara, didorong oleh keterbatasan kapasitas negara tetangga seperti Singapura. Lonjakan kebutuhan digital regional dan pembatasan sumber daya di negara lain membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya sebagai hub infrastruktur digital. Pergeseran ini tidak hanya menarik minat investor global, tetapi juga mengubah pola penyimpanan data perusahaan lokal yang sebelumnya bergantung pada luar negeri.

Keterbatasan Singapura Membuka Celah bagi Indonesia

Chief Financial Officer Digital Realty Bersama, Krishna Worotikan, mengungkapkan bahwa pergeseran industri data center di kawasan ini dipicu oleh dua faktor utama: keterbatasan sumber daya di sejumlah negara dan lonjakan kebutuhan kapasitas digital di Asia Tenggara. Menurut Krishna, Singapura mulai membatasi pembangunan data center baru karena kendala pasokan listrik dan air. Situasi ini, jelasnya, mendorong operator dan investor untuk melirik Indonesia sebagai lokasi alternatif yang lebih menjanjikan. “Singapura sudah tidak mengizinkan penambahan data center baru karena keterbatasan energi dan air. Di sisi lain, Indonesia masih memiliki keunggulan dari sisi lahan, listrik, dan sumber daya air,” ujar Krishna. Ia menilai kombinasi faktor tersebut membuat Indonesia semakin strategis untuk ekspansi data center, baik untuk kebutuhan domestik maupun regional. Beberapa tahun lalu, banyak perusahaan Indonesia masih menempatkan data mereka di luar negeri, terutama di Singapura. Namun, tren itu mulai berubah seiring bertambahnya kapasitas data center di dalam negeri. “Dua hingga tiga tahun lalu banyak perusahaan Indonesia masih menyimpan data di Singapura. Tapi sekarang, karena keterbatasan ruang di sana, mulai terjadi pergeseran ke Indonesia,” katanya. Pergeseran ini, lanjut dia, tidak hanya terjadi di perusahaan lokal. Perusahaan global pun mulai menjadikan Indonesia sebagai basis data center untuk menopang operasional regional di Asia dan ASEAN. Dengan kapasitas yang dimiliki, Indonesia dinilai tidak hanya menjadi pasar digital besar, tetapi juga berpotensi menjadi hub data center yang melayani kebutuhan kawasan. “Ini bukan hanya soal pasar Indonesia. Dengan ketersediaan lahan, energi, dan air, Indonesia menjadi lokasi yang sangat strategis untuk data center regional maupun global,” ungkap Krishna. Ia menegaskan bahwa dari Indonesia, perusahaan dapat melayani kebutuhan digital kawasan Asia dan ASEAN secara lebih efisien, seiring meningkatnya permintaan terhadap layanan data center untuk mendukung transformasi digital.

Regulasi Perbankan Jadi Katalis Pertumbuhan

Director of Business & Commercial Digital Realty Bersama, Andha Yudha Permana, menambahkan bahwa pertumbuhan industri data center juga ditopang oleh regulasi. Sektor perbankan dan jasa keuangan, misalnya, kini diwajibkan menyimpan data di dalam negeri sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan dan bank sentral. Menurut dia, kepatuhan terhadap aturan tersebut menjadi pendorong utama meningkatnya permintaan terhadap layanan data center lokal. Selain faktor regulasi, Andha menyoroti pentingnya infrastruktur data center yang andal untuk menopang aktivitas ekonomi digital, terutama sektor yang membutuhkan kecepatan, keamanan, dan ketersediaan layanan tinggi. Ia menyebut salah satu fasilitas data center yang dikelola saat ini memiliki posisi strategis karena menjadi lokasi salah satu bursa terbesar di Indonesia dengan volume trafik data yang sangat besar. “Fasilitas ini menjadi satu-satunya data center yang menampung salah satu bursa terbesar kedua di Indonesia. Ini menjadi keunggulan utama lokasi tersebut,” katanya. Menurut Andha, kapasitas infrastruktur data center saat ini telah siap menghadapi tekanan akibat tingginya volume transaksi digital, termasuk pertumbuhan trafik yang mencapai puluhan terabyte per detik. Keberadaan penyedia layanan cloud global di dalam negeri juga dinilai memperkuat ekosistem data center Indonesia, sehingga perusahaan dapat melayani pelanggan secara lebih efisien dari dalam negeri. “Dengan ekosistem yang semakin matang, Indonesia tidak hanya menjadi pasar digital, tetapi juga lokasi strategis untuk data center regional,” tutup Andha.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar