PARADAPOS.COM - Permadi Arya, yang lebih dikenal dengan nama samaran Abu Janda, menjadi sorotan publik setelah diminta keluar secara tegas oleh pembawa acara Aiman Witjaksono dari sebuah diskusi televisi nasional pada Rabu (10/3/2026) malam. Insiden yang terjadi secara live itu dipicu oleh perdebatan panas terkait isu Palestina, di mana Permadi Arya terlibat adu argumen sengit dengan pakar hukum tata negara Feri Amsari dan dianggap mengganggu ketertiban acara.
Profil dan Asal-Usul Nama Samaran
Di balik persona media sosialnya yang kerap vokal, Permadi Arya adalah seorang pegiat digital dengan latar belakang yang cukup mapan. Pria kelahiran Cianjur, 14 Desember 1973, ini memiliki nama lengkap Heddy Setya Permadi. Sebelum terjun ke dunia aktivisme digital, karier profesionalnya berjalan di berbagai sektor korporat, mulai dari perusahaan sekuritas, perbankan, hingga pertambangan.
Nama "Abu Janda" sendiri lahir dari sebuah respons kreatif terhadap narasi radikal. Dalam sebuah penjelasannya di media, Permadi mengungkapkan bahwa nama tersebut merupakan parodi yang ia ciptakan pada Desember 2014, terinspirasi dari nama seorang teroris asal Indonesia.
"Nama panggung Abu Janda diciptakan pada Desember 2014 sebagai parodi terhadap teroris ISIS asal Indonesia bernama Abu Jandal Al Indonesi," jelasnya.
Ia dengan sengaja memelesetkan "Jandal" menjadi "Janda" dan "Al-Indonesi" menjadi "Al-Bollywoodi" sebagai bentuk perlawanan terhadap radikalisme melalui pendekatan humor.
Jejak Pendidikan dan Karier Politik
Dari segi pendidikan, Permadi Arya menempuh studi di luar negeri. Ia menyelesaikan diploma ilmu komputer di Informatics IT School Singapura pada 1997, lalu meraih gelar sarjana dalam bidang bisnis dan keuangan dari University of Wolverhampton, Inggris, dua tahun kemudian.
Perjalanannya di dunia relawan politik mulai mencuat saat ia bergabung sebagai pegiat media sosial untuk tim sukses Joko Widodo pada Pilpres 2019. Namun, peta dukungannya bergeser pada Pilpres 2024, di mana berdasarkan penelusuran sejumlah media, ia menyatakan dukungan kepada Prabowo Subianto dan bergabung ke dalam Rumah Besar Relawan Prabowo 08.
Di Instagram, akun terverifikasinya @permadiaktivis2 yang diikuti oleh hampir 800 ribu pengikut, ia mendeskripsikan diri dengan cukup unik sebagai "MENTERI AGAMA (unofficial)" dan "RESEARCHER (Peneliti) sejarah Israel Palestina". Pada April 2025 lalu, namanya sempat ramai diperbincangkan terkait isu pengangkatannya sebagai komisaris di sebuah BUMN, meski kabar tersebut kemudian dibantah oleh pihak kementerian terkait.
Insiden Debat dan Pengusiran dari Talkshow
Insiden yang membuatnya viral berawal ketika Permadi Arya hadir sebagai narasumber dalam sebuah talkshow dengan kapasitas sebagai pegiat media sosial. Diskusi yang awalnya berjalan, memanas saat Feri Amsari menyampaikan pandangan tentang utang moral Indonesia kepada bangsa Palestina. Permadi Arya langsung menyela penjelasan tersebut dengan penolakan keras.
"Enggak ada utang sama bangsa Palestina, utang apaan? Jangan ngaco, enggak ada utang," serunya, seperti terekam dalam tayangan tersebut.
Perdebatan berlanjut hingga Feri Amsari menyatakan bahwa Permadi seharusnya keluar dari ruang dialog publik. Menanggapi hal itu, Permadi langsung berdiri dan mendekati Feri sambil menyatakan akan pergi. Sindiran yang dilontarkan Feri kemudian dibalasnya dengan kata-kata kasar, membuat suasana semakin tegang dan tidak terkendali.
Menyaksikan ketidak tertiban itu, pembawa acara Aiman Witjaksono akhirnya turun tangan. Dengan nada tegas dan tinggi, Aiman mengeluarkan perintah yang mengakhiri keterlibatan Permadi Arya dalam diskusi tersebut.
"Hei, tidak boleh. Saya peringatkan Anda, kalau Anda tidak bisa tertib, keluar! Keluar! Silakan keluar!" ungkap Aiman.
Insiden ini, yang terekam dan tersebar luas, tidak hanya mempertontonkan ketegangan dalam debat publik, tetapi juga menyoroti batasan etika berdiskusi di media televisi. Figur Abu Janda sekali lagi menjadi pusat perbincangan, mengundang berbagai reaksi dari publik atas gaya dan caranya menyampaikan pendapat.
Artikel Terkait
Pelni Prediksi Puncak Arus Mudik Laut 18 Maret 2026, 55 Kapal Disiagakan
Pemerintah Pulangkan 34 WNI dari Iran dalam Evakuasi Tahap Kedua
DPR Sahkan Anggota Baru Dewan Komisioner OJK, Komisi XI Ingatkan Tantangan Kompleks
Sidang Perdana Kasus Penculikan Bankir: Terungkap Rencana Pengalihan Dana Rp 455 Miliar