Netanyahu: Trump Berjanji Hilangkan Material Nuklir Iran dalam Setiap Kesepakatan

- Jumat, 12 Juni 2026 | 00:50 WIB
Netanyahu: Trump Berjanji Hilangkan Material Nuklir Iran dalam Setiap Kesepakatan
PARADAPOS.COM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengungkapkan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah berjanji untuk menghilangkan seluruh material nuklir yang diperkaya milik Iran dalam setiap kesepakatan yang dicapai antara Washington dan Teheran. Pernyataan ini muncul setelah Netanyahu dan Trump melakukan pembicaraan telepon, Jumat (12/6/2026), di tengah ketidakpastian mengenai apakah kesepakatan akhir benar-benar akan tercapai. Sementara Netanyahu menyambut baik komitmen Trump, Iran justru menegaskan bahwa belum ada kesimpulan akhir dalam negosiasi tersebut.

Dukungan Netanyahu terhadap Pembatasan Program Nuklir Iran

Dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui akun X milik kantor PM Israel, Netanyahu menyampaikan apresiasinya atas sikap Trump. Meskipun Israel tidak menjadi pihak dalam nota kesepahaman yang tengah dirundingkan, Netanyahu menekankan pentingnya penghapusan material yang telah diperkaya oleh Iran. "Meskipun Israel bukan pihak dalam nota kesepahaman, perdana menteri menyampaikan apresiasinya atas komitmen Presiden Trump bahwa perjanjian akhir pada akhir negosiasi akan mencakup penghapusan material yang diperkaya," tulis kantor Netanyahu. Lebih lanjut, ia juga mendukung langkah-langkah lain yang dinilai krusial untuk membatasi ambisi nuklir dan rudal Iran. "Pembongkaran infrastruktur pengayaan, pembatasan produksi rudal, dan penghentian dukungan Iran terhadap proksi terorisnya di kawasan tersebut," tambahnya.

Sikap Iran: Belum Ada Kesepakatan Akhir

Di sisi lain, Teheran bersikap hati-hati dan menepis anggapan bahwa kesepakatan telah final. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menegaskan bahwa proses negosiasi masih berlangsung dan belum mencapai titik temu. "Sejauh ini, Iran belum mencapai kesimpulan akhir mengenai kesepakatan tersebut," ujar Baqaei. Pernyataan ini sekaligus merespons klaim Trump yang sebelumnya mengumumkan adanya "penyelesaian besar" untuk mengakhiri perang. Namun, nada skeptis justru datang dari kantor berita Tasnim, yang mencatat bahwa Trump telah mengumumkan kesepakatan akan segera tercapai sebanyak 38 kali dalam dua bulan terakhir. "Sampai Iran mengumumkan masalah potensi kesepahaman, setiap berita dari Trump mengenai masalah ini harus dianggap sama dengan pesan-pesan sebelumnya," demikian peringatan dari kantor berita tersebut.

Ketegangan yang Belum Mereda

Situasi ini menunjukkan betapa rapuhnya komunikasi antara kedua negara. Di satu sisi, Netanyahu mendesak agar setiap kesepakatan bersifat tegas dan menghilangkan kemampuan nuklir Iran secara permanen. Di sisi lain, Iran terus menegaskan bahwa mereka belum memberikan lampu hijau. Di lapangan, ketegangan masih terasa. Pernyataan Trump yang kerap berubah-ubah mengenai Iran membuat banyak pihak, termasuk sekutu dekatnya seperti Israel, tetap waspada. Belum ada kepastian kapan negosiasi akan benar-benar menghasilkan dokumen yang mengikat, namun yang jelas, setiap kata yang keluar dari Washington dan Teheran terus dipantau dengan saksama oleh komunitas internasional.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar