Gubernur Jateng Resmikan Jalan Semarang-Godong yang Kembali Beroperasi Jelang Lebaran

- Sabtu, 14 Maret 2026 | 06:25 WIB
Gubernur Jateng Resmikan Jalan Semarang-Godong yang Kembali Beroperasi Jelang Lebaran

PARADAPOS.COM - Ruas jalan vital Semarang-Godong di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, akhirnya kembali beroperasi setelah perbaikan menyeluruh pasca-tanggul Sungai Tuntang jebol. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, secara resmi membuka blokade jalan tersebut pada Jumat, 13 Maret 2026, tepat sepekan sebelum perayaan Idul Fitri. Pemulihan akses ini mengakhiri kerepotan warga dan pengguna jalan yang terpaksa memutar jauh selama hampir sebulan.

Diresmikan Langsung oleh Gubernur

Suasana lega terlihat jelas di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, saat Gubernur Luthfi membuka akses jalan. Kunjungan gubernur tidak hanya sekadar seremoni, tetapi juga menjadi momen untuk mengevaluasi hasil pekerjaan dan berdialog langsung dengan masyarakat yang terdampak. Pengendara yang melintas segera merasakan manfaatnya.

"Alhamdulillah sudah jadi, sudah lancar. Tidak perlu berputar jauh lagi," tutur seorang pengendara sepeda motor yang melintas di depan Ahmad Luthfi tepat setelah pembukaan jalan.

Rasa Lega Warga Setelah Banjir

Bagi warga sekitar, selesainya perbaikan bukan sekadar soal konektivitas, tetapi juga keamanan dari ancaman banjir yang sempat menerjang. Tanggul yang jebol pada 15 Februari 2026 lalu menyebabkan air langsung mengalir ke permukiman, menimbulkan kerugian dan kecemasan.

Salah seorang warga Tinanding, Yanti, menggambarkan perasaannya dengan kata-kata yang khas. "Ayem, makplong (Tenang, lega). Tidak takut banjir lagi. Kemarin pas jebol itu airnya langsung masuk ke desa, ke rumah-rumah," ungkapnya dikutip, Sabtu, 14 Maret 2026.

Jalur Strategis untuk Perekonomian

Dalam kesempatan itu, Gubernur Luthfi menekankan arti strategis ruas jalan tersebut sebagai urat nadi perekonomian dan logistik yang menghubungkan wilayah seperti Semarang, Demak, dan Purwodadi. Target penyelesaian sebelum H-7 Lebaran berhasil dipenuhi, yang tentunya menjadi angin segar bagi arus mudik dan distribusi barang.

"Ini menghubungkan Semarang, Demak, Purwodadi. Jadi sangat penting sekali, makanya kemarin saya minta harus cepat selesai. Targetnya, H-7 lebaran selesai dan ternyata bisa selesai," jelasnya.

Tak lupa, ia juga menyempatkan diri menyapa warga dengan bahasa yang akrab. "Seneng napa mboten? (Senang apa tidak?) Semoga tidak banjir lagi. Selamat berpuasa, sebentar lagi lebaran, semoga sejahtera semuanya," kata Ahmad Luthfi.

Pesan untuk Pemeliharaan Jangka Panjang

Di balik kegembiraan pembukaan jalan, ada pesan penting untuk keberlanjutan. Gubernur Luthfi mengingatkan semua pihak, mulai dari pemerintah kabupaten hingga masyarakat, untuk aktif merawat infrastruktur yang telah dipulihkan. Poin utamanya adalah menjaga kekokohan tanggul dan kebersihan lingkungan.

"Rawat tanggulnya, tanami pohon, di sekitar tanggul, terus masyarakat juga jangan buang sampah sembarangan," imbuhnya.

Pesan tersebut menjadi penutup yang relevan, mengingat perawatan rutin dan partisipasi komunitas adalah kunci mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan, sekaligus memastikan jalan ini tetap menjadi penghubung yang aman dan andal.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar