Presiden Prabowo Perintahkan Percepatan Transisi LPG ke CNG demi Ketahanan Energi Nasional

- Kamis, 11 Juni 2026 | 20:50 WIB
Presiden Prabowo Perintahkan Percepatan Transisi LPG ke CNG demi Ketahanan Energi Nasional
PARADAPOS.COM - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk segera mencari sumber-sumber energi alternatif guna memperkuat ketahanan energi nasional. Langkah ini diambil dengan fokus utama mempercepat peralihan dari penggunaan gas minyak bumi cair (LPG) ke gas alam terkompresi (CNG). Perintah tersebut disampaikan dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, pada Kamis malam, 11 Juni 2025, dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik global yang masih belum stabil.

Latar Belakang Perintah Presiden

Dalam rapat tersebut, Bahlil menjelaskan bahwa arahan Presiden Prabowo muncul sebagai respons terhadap situasi geopolitik dunia yang terus berkembang. “Kami melakukan rapat untuk membicarakan pada sektor energi dan sektor hilirisasi. Secara kebetulan kita lihat perkembangan geopolitik yang belum selesai. Bapak Presiden memerintahkan untuk segera mencari energi-energi alternatif,” katanya saat jumpa pers usai rapat. Ia menegaskan bahwa prioritas saat ini adalah mempercepat transisi dari LPG ke CNG. “Yang sekarang kita fokus itu adalah percepatan peralihan LPG ke CNG,” ujarnya.

Kebijakan Harga BBM dan LPG Subsidi

Selain membahas energi alternatif, rapat tersebut juga menyentuh soal penataan izin tambang serta ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan pasokan listrik. Terkait BBM, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengubah harga untuk BBM bersubsidi maupun LPG bersubsidi. Kebijakan ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi global. “Kami menyampaikan bahwa harga BBM untuk bersubsidi maupun LPG itu tidak ada perubahan sama sekali. Itu dulu. Nah, sementara harga yang non-subsidi itu menyesuaikan dengan harga pasar yang ada,” jelasnya menjawab pertanyaan wartawan. Ketika ditanya mengenai lonjakan harga BBM non-subsidi, Bahlil menjelaskan bahwa fokus pemerintah saat ini adalah melindungi daya beli masyarakat kelas ekonomi bawah yang menjadi penerima manfaat subsidi. “Kita lagi meng-exercise semua alternatif-alternatif. Yang penting adalah kita itu menjaga saudara-saudara kita yang ekonomi ke bawah. Ini yang subsidi. Sementara yang non-subsidi ini kan saudara-saudara kita yang punya kemampuan ekonomi jauh lebih baik ketimbang saudara-saudara kita yang memang harus disubsidi,” tuturnya.

Pasokan Listrik dan Stok Batu Bara

Mengenai pasokan listrik PLN, Bahlil memastikan bahwa stok batu bara sebagai penopang utama pembangkit listrik masih dalam kondisi aman. Ia membantah isu kelangkaan batu bara yang beredar di masyarakat. “Kalau dikatakan bahwa masalah batu bara langka itu tidak benar, karena penugasan kita sudah mencapai 170 ton, dan memang ada beberapa trouble di beberapa mesin (sebagaimana) yang disampaikan oleh PLN, dan kita akan selesaikan dalam waktu secepatnya,” ungkapnya. Pemerintah, lanjutnya, berupaya memastikan tidak ada lagi pemadaman listrik yang sempat terjadi di sejumlah daerah. “Kami upayakan untuk segera tidak ada lagi pemadaman,” ujar dia.

Komitmen Pemerintah dalam Transisi Energi

Langkah percepatan peralihan ke energi alternatif ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam merespons tantangan energi nasional di tengah ketidakpastian global. Dengan fokus pada CNG sebagai pengganti LPG, serta komitmen menjaga harga subsidi tetap stabil, pemerintah berharap dapat memperkuat ketahanan energi tanpa membebani masyarakat kelas bawah. Sementara itu, pasokan listrik dan stok batu bara yang terkendali diharapkan mampu mencegah gangguan distribusi energi di masa mendatang.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar