Laksan Kuah Udang Satang Jadi Primadona Takjil Ramadan di Palembang

- Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:25 WIB
Laksan Kuah Udang Satang Jadi Primadona Takjil Ramadan di Palembang

PARADAPOS.COM - Menjelang waktu berbuka puasa, aroma gurih santan dan kaldu udang memenuhi udara di sejumlah sudut Kota Palembang. Laksan kuah udang satang, sebuah inovasi dari hidangan tradisional setempat, menjadi primadona takjil Ramadan tahun ini. Tak hanya untuk berbuka, kuliner ini pun mulai dilirik sebagai sajian pelengkap ketupat saat Idul Fitri nanti.

Inovasi Rasa dari Kedai Pempek

Di sebuah kedai pempek di Jalan Alamsyah Ratu Perwiranegara, hidangan laksan disajikan dengan sentuhan berbeda. Berbeda dari versi umum yang menggunakan kuah santan ikan, laksan di sini dihidangkan dengan udang satang utuh berwarna kemerahan. Penampilannya yang menggoda langsung menarik perhatian para pemburu takjil.

Pemilik kedai, Nur Anita Sari, menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari keinginan untuk menawarkan variasi baru tanpa menghilangkan roh kuliner Palembang. Ia memaparkan proses pembuatannya, dimulai dari mencampur ikan giling, tepung, dan bumbu hingga adonan kalis, lalu membentuk dan merebusnya.

"Biasanya laksan hanya menggunakan kuah ikan, tetapi dengan tambahan udang satang rasa kaldunya menjadi lebih kuat dan aromanya juga lebih harum," tutur Nur Anita.

Kuah Kental yang Menggugah Selera

Sementara laksan direbus, kuah santan disiapkan secara terpisah. Santan dimasak bersama cabai merah, bawang, dan ketumbar yang telah ditumis hingga harum. Udang satang ditumis terlebih dahulu untuk mengeluarkan aromanya, baru kemudian dimasukkan ke dalam kuah santan yang mendidih. Hasilnya adalah kuah yang kaya rasa, gurih, dan beraroma sedap.

Kuah kental nan gurih ini dinilai tidak hanya cocok untuk membatalkan puasa, tetapi juga pas dijadikan hidangan spesial pendamping opor atau rendang saat hari raya.

Respons Pelanggan dan Nilai Jual

Respon pasar terhadap inovasi ini terbilang positif. Meski dijual dengan harga Rp25.000 per porsi—lebih tinggi dari laksan biasa—kedai tersebut mampu menjual lebih dari seratus porsi setiap hari selama Ramadan. Salah seorang pelanggan, Vera, membenarkan daya tarik menu ini.

"Rasa kuahnya lebih gurih karena ada kaldu udangnya. Udangnya juga besar dan segar. Untuk harga Rp25 ribu menurut saya sebanding dengan kualitasnya. Cocok sekali untuk menu berbuka puasa karena rasanya membuat tubuh terasa hangat," ungkapnya.

Menjadi Destinasi Kuliner Ramadan

Bagi wisatawan yang singgah di Palembang, laksan kuah udang satang menawarkan pengalaman takjil yang unik. Hidangan ini tidak sekadar memuaskan rasa lapar, tetapi juga memberikan gambaran tentang dinamika kuliner lokal yang terus berkembang. Keberadaannya menjadi bukti bahwa tradisi dan inovasi dapat berpadu, menciptakan cita rasa baru yang siap menghangatkan suasana berbuka puasa maupun perayaan Idul Fitri.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar