Pemerintah Siapkan Eks Kedubes Inggris di Bundaran HI Jadi Kantor Bersama Lembaga Islam

- Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:50 WIB
Pemerintah Siapkan Eks Kedubes Inggris di Bundaran HI Jadi Kantor Bersama Lembaga Islam

PARADAPOS.COM - Pemerintah menyiapkan sebuah gedung bekas Kedutaan Besar Inggris di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, untuk dijadikan kantor bersama berbagai lembaga umat Islam. Rencana ini diungkapkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam sebuah acara di Masjid Istiqlal, Sabtu (7/2/2026), dan disambut positif oleh pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Gedung yang berlokasi strategis di samping Hotel Grand Hyatt itu rencananya akan dibangun setinggi 40 lantai di atas lahan seluas 4.000 meter persegi.

Lokasi Strategis di Pusat Kota

Ketua MUI Bidang Penanggulangan Bencana sekaligus Menteri Agraria dan Tata Ruang, Nusron Wahid, memberikan konfirmasi dan detail lokasi. Menurutnya, gedung yang dimaksud terletak persis di kawasan jantung ibu kota, sebuah area yang selama ini dikenal dengan pusat bisnis dan perhotelan.

"Gedung yang mau difungsikan untuk gedung umat adalah gedung yang dulunya Kedutaan Besar Inggris. Di samping Jalan Thamrin itu, di samping Hotel Grand Hyatt," jelas Nusron dalam keterangannya di sela acara.

Fungsi dan Tujuan Kantor Bersama

Gagasan pembangunan gedung tinggi ini bertujuan untuk mengonsolidasikan operasional berbagai institusi keislaman dalam satu lokasi. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan efisiensi dan sinergi yang lebih baik antarlembaga.

Nusron Wahid memaparkan, "Nanti akan dijadikan kantor bersama antara Baznas, Badan Wakaf Indonesia, Majelis Ulama Indonesia, BPKH, dan instansi-instansi keumatan lain. Supaya mereka tidak lagi terbebani overhead tiap bulan dan fokus untuk memberdayakan umat."

Dia menambahkan bahwa penyediaan gedung ini dinilai sebagai bentuk komitmen nyata pemerintah terhadap penguatan peran lembaga-lembaga umat Islam di Indonesia.

Permintaan dari Menteri Agama

Inisiatif ini, berdasarkan penuturan Presiden Prabowo, berawal dari permintaan langsung Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Nasaruddin Umar, yang juga menjabat sebagai Menteri Agama. Presiden mengakui bahwa selama ini keberadaan kantor MUI tidak mudah diketahui publik.

"Beliau menyampaikan kepada saya bahwa kantor MUI sekarang belum jelas keberadaannya. Saya pun jujur, tidak tahu persis di mana kantor MUI. Ke depan, kantor institusi-institusi Islam akan berada di jantung Ibu Kota Jakarta," tandas Prabowo dalam sambutannya.

Dengan rencana ini, kawasan Bundaran HI diharapkan tidak hanya menjadi simbol komersial, tetapi juga memiliki wajah baru yang merepresentasikan peran strategis umat Islam. Meski demikian, detail teknis seperti anggaran dan timeline pembangunan gedung 40 lantai tersebut belum diumumkan lebih lanjut.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar