Program Makan Bergizi di Sukoharjo Buka Peluang Kerja bagi Penyandang Disabilitas

- Sabtu, 14 Maret 2026 | 16:50 WIB
Program Makan Bergizi di Sukoharjo Buka Peluang Kerja bagi Penyandang Disabilitas

PARADAPOS.COM - Sebuah program pemberian makan bergizi di Sukoharjo, Jawa Tengah, telah membuka jalan bagi perubahan hidup seorang penyandang disabilitas. Ari (28), warga Desa Kamal, Kecamatan Bulu, kini merasakan dampak nyata setelah mendapat pekerjaan mencuci wadah makanan di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari penghasilannya, ia mampu mengangsur pembelian sepeda motor yang sangat menunjang mobilitasnya.

Dari Rutinitas Rumah Tangga ke Dunia Kerja

Sebelum bergabung dengan dapur SPPG Grajegan yang dikelola Yayasan Permata Mitra Keluarga sekitar tiga bulan lalu, hari-hari Ari diisi dengan aktivitas domestik dan membantu keluarga. Rutinitasnya berpusat di rumah: menyapu, memberi makan serta minum sapi dan kambing titipan, serta sesekali bertani. Ia pernah mencoba peruntungan di sebuah pabrik garmen, namun pekerjaan itu tidak bertahan lama.

Kesempatan yang datang dari program MBG ini memberikan lebih dari sekadar pekerjaan. Ari menemukan lingkungan kerja yang hangat dan penerimaan dari rekan-rekannya, sesuatu yang sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi penyandang disabilitas dalam mencari pekerjaan.

"Senang dapat teman-teman yang baik juga. Banyak bercandanya dan bisa menerima saya sebagai bagian pencuci ompreng," ungkap Ari dalam keterangan yang diterima redaksi pada Sabtu, 14 Maret 2026.

Penghasilan yang Membawa Perubahan Nyata

Dampak ekonomi dari pekerjaan ini langsung terasa. Dengan penghasilan yang stabil, Ari akhirnya bisa merealisasikan impiannya untuk memiliki kendaraan roda dua kembali. Motor tersebut bukan hanya alat transportasi, tetapi juga simbol kemandirian dan buah dari kerja kerasnya selama ini.

"Alhamdulillah bisa kredit motor buat kerja juga. Sebelumnya punya motor, tapi terjual untuk menutup utang," jelasnya.

Pencapaian sederhana ini memiliki makna yang mendalam bagi Ari, mengubah cara ia beraktivitas dan membuka akses yang lebih luas. Pengalamannya membuatnya berharap agar inisiatif serupa bisa direplikasi di tempat lain.

Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Inklusif

Berdasarkan pengalaman pribadinya yang positif, Ari menyimpan harapan agar lebih banyak penyandang disabilitas yang mendapat kesempatan serupa. Ia melihat dapur-dapur SPPG di berbagai daerah berpotensi menjadi pusat penciptaan lapangan kerja yang inklusif.

"Harapannya untuk SPPG semoga ke depannya berjalan lebih lama dan di setiap dapur bisa menerima disabilitas, agar lebih banyak disabilitas yang bisa bekerja juga," tuturnya.

Ia juga menyampaikan harapan dan doa untuk pemimpin negara. Jika suatu saat bertemu Presiden Prabowo Subianto, pesan yang ingin ia sampaikan penuh dengan semangat positif dan dukungan.

"Semoga Pak Prabowo selalu memberikan hal-hal terbaik bagi warga Indonesia dan mencerdaskan anak-anak Indonesia," pungkas Ari.

Kisah Ari ini menyoroti sebuah aspek penting dari program sosial: di balik target pemenuhan gizi, terdapat peluang untuk memberdayakan kelompok rentan, menciptakan rantai kebaikan yang dampaknya berlipat ganda bagi kehidupan penerima manfaat.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar