PARADAPOS.COM - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto kembali melakukan rotasi dan mutasi sejumlah posisi penting di tubuh Tentara Nasional Indonesia. Pergeseran jabatan ini, yang mencakup mantan ajudan Presiden Prabowo Subianto, Brigjen Inf Wahyu Yuniartoto, digelar sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyesuaian kebutuhan organisasi militer.
Wahyu Yuniartoto Ditunjuk sebagai Direktur BAIS TNI
Berdasarkan surat telegram mutasi terbaru, Brigjen Inf Wahyu Yuniartoto akan berpindah tugas dari posisinya sebagai Kapok Sahli Pangdam IX/Udayana. Perwira tinggi lulusan Akmil 2001 itu kini ditugaskan untuk mengisi jabatan strategis sebagai Direktur C di Badan Intelijen Strategis TNI (BAIS TNI). Pergantian ini merupakan bagian dari dinamika rutin dalam tubuh TNI.
Kapuspen TNI Brigjen Aulia Dwi Nasrullah menegaskan bahwa langkah ini merupakan prosedur standar. "Mutasi jabatan di tubuh TNI merupakan hal yang biasa dalam rangka pembinaan karier prajurit dan kebutuhan organisasi," jelasnya.
Profil dan Jejak Karier di Korps Baret Merah
Brigjen Wahyu Yuniartoto, yang lahir di Purbalingga pada 18 Juni 1979, memiliki catatan karier yang erat dengan Korps Baret Merah Kopassus. Setelah menyelesaikan pendidikan pertama di Pussenif, karir militernya berkembang pesat di Grup 1 Kopassus. Pengalaman lapangannya dimulai sejak dini, termasuk saat berpangkat Kapten dengan menjabat sebagai Kasi Intel Grup II Kopassus di Kartasura.
Jejaknya di satuan elit tersebut terus menanjak. Ia pernah dipercaya memegang peran penting seperti Ketua Tim Pelatih Sekolah Raider, Ketua Tim Gumil/Tih di Pusdiklatpassus, hingga puncaknya sebagai Komandan Grup 2 Kopassus. Pengalaman operasionalnya pun terbilang luas, mencakup penugasan di daerah operasi seperti Aceh dan Papua, yang mengasah kemampuannya tak hanya dalam perencanaan strategis tetapi juga dalam pelaksanaan operasi tempur.
Perjalanan Menuju Posisi Strategis
Di akhir tahun 2025, Wahyu Yuniartoto menerima kenaikan pangkat menjadi Brigadir Jenderal TNI. Bersamaan dengan itu, ia mendapatkan promosi jabatan sebagai Kapoksahli Pangdam Kodam IX Udayana sebelum akhirnya ditunjuk untuk mengisi posisi di BAIS TNI. Rotasi terbaru ini menempatkannya pada salah satu posisi kunci dalam struktur intelijen strategis nasional, melanjutkan perjalanan karier seorang perwira yang dibentuk oleh pengalaman lapangan yang intens dan beragam.
Artikel Terkait
Ganjil Genap DKI Jakarta Berlaku Hari Ini, Pelat Genap Diizinkan
BMKG Peringatkan Gelombang Capai 4 Meter di Perairan Sulut hingga 19 Maret
Persib Kokoh di Puncak Klasemen Usai Imbang Lawan Borneo
Bengkel di Bekasi Perkenalkan Metode Rebuild Total untuk Servis Kaki-Kaki Mobil