PARADAPOS.COM - Ekonomi Kota Surabaya mencatat pertumbuhan yang solid sepanjang tahun 2025, mengungguli capaian tingkat provinsi dan nasional. Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) setempat, perekonomian kota tumbuh 5,87%, didorong oleh konsumsi rumah tangga dan investasi. Pencapaian ini menunjukkan ketahanan ekonomi lokal di tengah dinamika yang lebih luas.
Kinerja Ekonomi yang Mengungguli Rata-Rata
Angka pertumbuhan 5,87% itu tidak hanya lebih tinggi dari realisasi tahun 2024 sebesar 5,76%, tetapi juga melampaui pertumbuhan ekonomi Jawa Timur (5,33%) dan nasional (5,11%). Dalam nilai nominal, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Surabaya mencapai Rp830,54 triliun. Analisis terhadap data ini mengindikasikan bahwa aktivitas ekonomi di ibu kota Jawa Timur tetap resilien, bertumbuh positif meski menghadapi ketidakpastian global.
Struktur dan Penggerak Pertumbuhan
Dari sisi struktur, perekonomian Surabaya masih bertumpu pada tiga sektor utama. Perdagangan Besar dan Eceran, termasuk reparasi kendaraan, menyumbang 26,97%. Sektor Industri Pengolahan menyusul dengan kontribusi 19,59%, diikuti oleh Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 16,71%.
Sementara itu, dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama dengan pertumbuhan 5,40%. Yang menarik, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi tumbuh lebih cepat, yakni 6,41%, menandakan perannya yang semakin vital dalam mendorong aktivitas ekonomi.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menilai capaian ini mencerminkan fondasi ekonomi kota yang kuat. Dalam keterangan tertulisnya, Senin (16/3/2026), ia menyatakan komitmen pemerintah kota untuk terus mendorong penguatan ekonomi lokal.
"Pertumbuhan ekonomi ini menunjukkan bahwa fondasi ekonomi Kota Surabaya cukup kuat. Ke depan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan terus mendorong penguatan ekonomi lokal melalui pengembangan ekonomi kreatif, pemberdayaan generasi muda, serta pengembangan destinasi wisata perkotaan," ujarnya.
Strategi Pemkot Menjaga Momentum
Untuk menjaga momentum ini, Pemkot Surabaya menyiapkan sejumlah langkah strategis. Kepala Bappeda Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, menjelaskan bahwa pihaknya sedang menyusun database pelaku ekonomi kreatif sebagai basis perencanaan kebijakan dan fasilitasi yang lebih tepat sasaran.
"Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyusun database pelaku ekonomi kreatif Kota Surabaya sebagai dasar pengembangan kebijakan, fasilitasi program, serta penguatan jejaring usaha bagi pelaku ekonomi kreatif di kota ini," kata Irvan.
Fokus pada Pemuda dan Pariwisata Perkotaan
Pemberdayaan generasi muda menjadi salah satu fokus utama. Pemkot mendorong program dukungan kegiatan pemuda senilai Rp5 juta per RW, yang diharapkan menjadi stimulus bagi tumbuhnya kewirausahaan dan aktivitas produktif di tingkat kampung.
"Program ini diharapkan menjadi stimulus bagi anak muda untuk mengembangkan kegiatan kreatif, kewirausahaan, dan aktivitas produktif di lingkungan kampung," tegas Irvan Wahyudrajad.
Di sektor pariwisata, pengembangan difokuskan pada penataan kawasan strategis. Kawasan eks Taman Hiburan Rakyat (THR), misalnya, sedang dikembangkan menjadi ruang ekonomi kreatif yang terintegrasi dengan seni, budaya, dan kuliner. Pengembangan kampung tematik, urban tourism, dan Kampung Pancasila juga terus digenjot untuk memperkuat ekonomi berbasis komunitas.
"Program ini mengintegrasikan potensi sejarah, budaya, nilai kebangsaan, serta kreativitas masyarakat sehingga kampung tidak hanya menjadi ruang sosial, tetapi juga dapat berkembang sebagai destinasi wisata dan pusat aktivitas ekonomi lokal," tambahnya.
Optimisme Menuju Pertumbuhan Inklusif
Pemerintah Kota Surabaya optimistis bahwa dengan sinergi antar pemangku kepentingan, pertumbuhan ekonomi dapat dijaga secara berkelanjutan dan inklusif. Harapannya, ekosistem ekonomi yang berkembang akan membuka lebih banyak lapangan kerja dan peluang usaha bagi warga.
"Melalui berbagai langkah tersebut, kami berharap ekosistem ekonomi kota semakin berkembang, membuka peluang usaha baru, serta memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Surabaya," pungkas Irvan.
Artikel Terkait
Bentrokan Nyaris Terjadi di Manggarai Akibat Sengketa Tanah Ulayat
Pemprov DKI Gelar Car Free Night dan Gratiskan Transportasi Umum Sambut Idul Fitri
Pemprov DKI Gelar Car Free Night dan Gratiskan Transportasi Umum Saat Lebaran
Labschool UNJ Buka Rekrutmen Guru Besar-besaran Maret 2026