PARADAPOS.COM - Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangan terhadap gudang amunisi milik Amerika Serikat di Pangkalan Udara Al Dhafra, Uni Emirat Arab, pada Senin (16/3/2026). Klaim ini disampaikan sebagai bagian dari Operasi True Promise 4, yang merupakan balasan atas konflik dengan AS dan Israel. Di sisi lain, otoritas UEA menyatakan sistem pertahanan mereka berhasil mencegat mayoritas serangan udara yang diluncurkan.
Klaim Serangan dan Dampaknya
Dalam pernyataan resmi ke-41 terkait operasi militer tersebut, IRGC menggambarkan serangan ke pangkalan udara Al Dhafra sebagai operasi yang akurat dan menghancurkan. Target yang disebutkan adalah depot amunisi pusat yang digunakan militer AS. Ledakan besar dilaporkan terdengar di area pangkalan usai serangan terjadi.
Menurut klaim yang disampaikan IRGC, insiden ini memicu perintah evakuasi di fasilitas militer AS tersebut. Bahkan, pesawat tempur AS yang berada di pangkalan itu disebut-sebut harus segera dipindahkan ke lokasi lain di pedalaman untuk menghindari kerusakan lebih lanjut dari serangan susulan.
Eskalasi Ketegangan Regional
Serangan ini terjadi di tengah eskalasi ketegangan yang meningkat di kawasan sejak akhir Februari. Konflik bersenjata antara Iran dengan AS dan Israel memanas setelah tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, bersama sejumlah komandan dan warga sipil. Sebagai balasan, Iran telah melancarkan serangkaian serangan menggunakan rudal dan drone ke berbagai posisi militer Amerika dan Israel di Timur Tengah.
Respon dan Klaim Pertahanan UEA
Sementara Iran menyampaikan klaim keberhasilan serangannya, pemerintah Uni Emirat Arab memberikan narasi yang berbeda. Kementerian Pertahanan UEA menegaskan bahwa sistem pertahanan udara mereka beroperasi dengan efektif.
“Sistem pertahanan mencegat lebih dari 90 persen total serangan rudal dan drone Iran,” jelas pihak kementerian.
Hingga hari ke-13 perang, otoritas UEA mencatat 268 rudal balistik, 15 rudal jelajah, dan 1.514 drone berhasil dihancurkan sebelum mencapai sasaran mereka.
Dampak di Tengah Klaim Keberhasilan Pertahanan
Meski klaim intercept tinggi disampaikan, kehidupan warga di kota-kota besar seperti Dubai dan Abu Dhabi tetap terganggu. Dampak dari pertukaran senjata ini tetap terasa nyata. Warga sering mendengar dentuman keras hasil pencekalan di udara, sementara peringatan serangan di ponsel pintar muncul hampir setiap hari, menggambarkan situasi tegang yang belum mereda.
Artikel Terkait
Polisi London Selidiki Seruan Kematian untuk IDF oleh Rapper dalam Aksi Al-Quds Day
Politikus Golkar Ingatkan WFH PNS Jangan Abaikan Pelayanan Publik
Tujuh Smartphone RAM 8 GB di Bawah Rp2 Juta Siap Dukung Multitasking Lancar
Polda Lampung Perkuat Pengamanan di Bakauheni Jelang Puncak Mudik 2026