QRIS di Sulsel Tembus 1,3 Juta Merchant, Transaksi Lintas Negara Melonjak

- Jumat, 20 Februari 2026 | 18:00 WIB
QRIS di Sulsel Tembus 1,3 Juta Merchant, Transaksi Lintas Negara Melonjak
QRIS di Sulsel Tembus 1,3 Juta Merchant, Transaksi Lintas Negara Melonjak

PARADAPOS.COM - Adopsi sistem pembayaran digital QRIS di Sulawesi Selatan menunjukkan perkembangan yang pesat, ditandai dengan jumlah pedagang atau merchant yang telah menyentuh angka 1,3 juta per 2025. Data dari otoritas setempat mengungkapkan, mayoritas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mendominasi dengan porsi 76,8%, sementara kota Makassar menjadi episentrum pertumbuhannya. Lonjakan signifikan juga terlihat dari nilai transaksi, termasuk transaksi lintas negara, yang mengindikasikan semakin dalamnya penetrasi teknologi finansial dalam mendorong aktivitas ekonomi di daerah.

Merchant Tembus 1,3 Juta, Didominasi UMKM

Pertumbuhan infrastruktur pembayaran digital di Sulsel tercermin dari meratanya penggunaan QRIS di berbagai lapisan pedagang. Hingga tahun 2025, tercatat sudah 1,3 juta merchant yang terdaftar, dengan proporsi yang sangat besar, yakni 76,8%, berasal dari kalangan UMKM. Fakta ini menggarisbawahi peran vital teknologi sederhana ini dalam mendemokratisasi akses keuangan bagi usaha-usaha skala kecil. Sekitar 43% dari total merchant tersebut terkonsentrasi di Makassar, semakin mengukuhkan ibu kota provinsi ini sebagai motor utama transformasi ekonomi digital di kawasan timur Indonesia.

Otoritas: QRIS Percepat Digitalisasi dan Dongkrak Ekonomi

Pihak otoritas moneter setempat menilai perkembangan ini sebagai indikator positif. Plt. Kepala Divisi SPPURMI BI Sulsel, Tri Adi Riyanto, menekankan bahwa QRIS telah melampaui fungsi awalnya sebagai alat bayar yang praktis.

"QRIS tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas," jelasnya dalam sebuah diskusi media di Makassar.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks pertumbuhan yang nyata, baik dari sisi pengguna maupun nilai uang yang bergerak.

Lonjakan Pengguna dan Nilai Transaksi

Pada tahun 2025, jumlah pengguna aktif QRIS di Sulsel tercatat sebanyak 1.319.193 orang, mengalami kenaikan sekitar 8% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, yang lebih mencengangkan adalah pertumbuhan dari sisi nominal transaksi. Total nilai transaksi yang dilakukan melalui QRIS melesat hingga Rp19,05 triliun.

"Angka ini melonjak 84,34 persen secara tahunan (year on year) dari Rp10,28 triliun pada 2024," ungkap Tri Adi Riyanto lebih lanjut.

Lonjakan yang hampir dua kali lipat dalam setahun ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya sekadar mencoba, tetapi telah menjadikan pembayaran digital sebagai bagian dari kebiasaan transaksional sehari-hari dengan nilai yang semakin besar.

Dampak Positif dari Transaksi Lintas Negara

Dimensi lain yang turut menyumbang pada pertumbuhan tersebut adalah aktivitas transaksi QRIS lintas negara, yang membawa dampak langsung bagi perekonomian daerah. Malaysia tercatat sebagai mitra transaksi terbesar, diikuti oleh Singapura dan Thailand. Transaksi dengan Malaysia membengkak 96%, sementara dengan Singapura dan Thailand juga mencatatkan kenaikan yang sangat signifikan, mencapai ratusan persen.

Secara agregat, transaksi QRIS antarnegara pada 2025 mencapai Rp16,01 miliar, meningkat drastis dari tahun sebelumnya. Pola ini mengisyaratkan potensi QRIS tidak hanya sebagai alat pembayaran domestik, tetapi juga sebagai jembatan yang memfasilitasi kegiatan ekonomi pariwisata dan perdagangan regional yang lebih lancar.

Potensi sebagai Tulang Punggung Pembayaran Digital

Dengan tren pertumbuhan yang konsisten di semua lini—jumlah merchant, pengguna, nilai transaksi, hingga cakupan internasional—QRIS dipandang semakin kokoh posisinya. Sistem ini berpotensi kuat untuk menjadi tulang punggung ekosistem pembayaran digital di daerah, sekaligus katalis yang mempercepat pertumbuhan ekonomi inklusif. Perkembangannya ke depan akan terus diamati, seiring dengan upaya memperluas edukasi dan infrastruktur pendukung ke wilayah-wilayah lain di luar pusat kota.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar