PARADAPOS.COM - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDTT), Yandri Susanto, mengajak seluruh kepala desa di Kecamatan Kedurang dan Kedurang Ilir, Kabupaten Bengkulu Selatan, untuk mendukung program prioritas pemerintah, yakni Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Ajakan ini disampaikan dalam forum rembang pembangunan yang bertujuan menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah guna mempercepat kemandirian ekonomi desa.
Kopdes Merah Putih Sebagai Alat Pemerataan Ekonomi
Dalam paparannya, Mendes Yandri menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih merupakan instrumen strategis untuk mewujudkan pemerataan ekonomi, selaras dengan visi pemerintahan. Program ini dirancang untuk membangun dari desa dan akar rumput guna mengatasi kesenjangan dan memberantas kemiskinan secara sistematis.
Mendes menjelaskan bahwa mekanisme koperasi ini dirancang agar perputaran modal dan keuntungannya tetap berada di dalam ekosistem desa. Dengan demikian, manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.
"Kopdes ini sebagai alat negara untuk pemerataan ekonomi sekaligus pemberantasan kemiskinan. Karena uangnya berputar di desa, keuntungannya ada di desa," jelasnya dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu.
Lebih jauh, kehadiran koperasi ini tidak hanya diharapkan dapat menyerap tenaga kerja lokal, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi kepada seluruh anggota koperasi yang merupakan warga desa. Sebagai tambahan, setidaknya 20 persen dari keuntungan Kopdes Merah Putih akan dialokasikan sebagai Pendapatan Asli Desa (PAD), yang dapat digunakan untuk membiayai pembangunan lainnya.
Revitalisasi BUMDes yang Berorientasi Riil
Selain Kopdes, Menteri Yandri juga memberikan penekanan khusus pada penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Ia menegaskan bahwa BUMDes harus berkembang menjadi entitas bisnis yang nyata, bukan sekadar lembaga administratif belaka.
Menurut arahan tersebut, setiap BUMDes diwajibkan memiliki unit usaha riil yang sesuai dengan potensi unggulan lokal, seperti di sektor pertanian, pariwisata, atau jasa. Pendekatan ini diyakini akan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat desa.
Komitmen Pemerintah Daerah dan Sinergi Program
Menanggapi arahan dari pusat, Bupati Bengkulu Selatan, Rifai Tajudin, menyatakan kesiapan penuh pemerintah daerah untuk mengawal implementasi program tersebut. Ia segera menginstruksikan jajarannya untuk melakukan pemetaan potensi lokal secara menyeluruh.
"Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Bapak Menteri yang membawa harapan baru. Saya instruksikan kepada seluruh Kepala OPD dan Kepala Desa di Kedurang maupun Kedurang Ilir untuk segera memetakan potensi lokal masing-masing," kata Bupati Rifai.
Pemkab berkomitmen untuk mendampingi proses revitalisasi BUMDes agar benar-benar berfungsi sebagai mesin penggerak ekonomi masyarakat. Bupati Rifai juga melihat peluang sinergi yang kuat antara Kopdes Merah Putih dan BUMDes. Kolaborasi ini, tuturnya, berpotensi memutus rantai perdagangan yang selama ini kerap merugikan para petani di wilayah Bengkulu Selatan.
Dukungan Internasional dan Penyerapan Aspirasi
Dalam forum tersebut, Mendes Yandri secara proaktif mendengarkan berbagai aspirasi dan masukan dari para kepala desa. Dialog ini penting untuk memahami dinamika dan tantangan pembangunan yang dihadapi di tingkat tapak.
Menteri yang juga mantan Wakil Ketua MPR RI itu pun membawa kabar mengenai peluang penguatan desa melalui kerja sama internasional. Ia menyebutkan adanya program kelanjutan dengan lembaga keuangan dunia yang dapat memberikan dukungan pendanaan langsung ke desa.
"Kami membawa kabar baik mengenai kelanjutan program kerja sama dengan World Bank yang akan memberikan dukungan bantuan langsung ke desa. Ini adalah peluang besar yang harus disiapkan secara matang oleh perangkat desa agar pemanfaatannya tepat sasaran," ungkapnya.
Kunjungan kerja ini ditutup dengan komitmen bersama untuk menjadikan desa-desa di Bengkulu Selatan sebagai motor penggerak ekonomi daerah yang mandiri dan berkelanjutan. Sebelumnya, sebagai bentuk perhatian, Mendes Yandri juga telah menyerahkan bingkisan kepada warga dan santri di Kedurang.
Artikel Terkait
Menag Serukan Kekhusyukan dan Toleransi di Idulfitri 1447 H
Wapres Maruf Amin Serukan Pengelolaan Perbedaan sebagai Kekuatan Bangsa di Khutbah Idulfitri
Juru Bicara IRGC Gugur dalam Serangan Udara Diduga Israel
Salat Idul Fitri di Maninjau Dipusatkan di Masjid Akibat Dampak Banjir Bandang